Sergio Castel: Bobotoh dan Persib Tetap Spesial di Hati Saya
Baca dalam 60 detik
- Sergio Castel mengaku senang bisa kembali merasakan atmosfer Bobotoh meski kini berseragam Persik Kediri.
- Penyerang 31 tahun itu mengenang masa indahnya bersama Persib, termasuk saat meraih gelar juara musim lalu.
- Castel berharap Persib terus konsisten di papan atas, kecuali saat menghadapi Persik.

Kembali ke Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (18/10/2026), Sergio Castel tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Meski kini membela Persik Kediri, penyerang asal Spanyol itu mengaku Persib Bandung dan Bobotoh selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.
Dalam laga pekan kelima BRI Super League 2026/2027, Castel masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68 menggantikan Enrique Rodriguez. Ia sempat berupaya membongkar pertahanan Persib, namun solidnya barisan belakang Maung Bandung membuat usahanya tak membuahkan hasil. Persik pun harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah Julio Cesar mencetak gol pada menit ke-79 melalui sundulan memanfaatkan umpan sepak pojok Thom Haye.
Selepas pertandingan, Castel mengungkapkan betapa berartinya bisa bermain di hadapan Bobotoh. “Selalu menyenangkan bisa bermain di hadapan para suporter Persib. Sangat spesial bagi saya, itu adalah salah satu momen paling spesial dalam karier saya,” ujarnya.
Ia juga merasa tersanjung dengan sambutan hangat yang diterimanya saat memasuki lapangan. “Saya memiliki banyak teman di sini. Anda lihat, mereka adalah teman-teman baik saya. Jadi, saya sangat senang semua orang menyambut saya dengan kata-kata yang baik,” tambah pemain berpostur 188 cm tersebut.
Castel juga menaruh harapan besar untuk Persib musim ini. Ia berharap tim asuhan Igor Tolic itu mampu tampil konsisten dan bersaing di papan atas klasemen. “Saya mendoakan yang terbaik untuk Persib Bandung dan semoga bisa memenangkan setiap pertandingan, kecuali melawan kami. Tapi, selebihnya, menangkan pertandingan-pertandingan dan jadilah yang teratas lagi,” tuturnya.
Pernyataan Castel ini menjadi bukti bahwa ikatan emosional antara pemain dan klub bisa tetap terjaga meski sudah berpisah. Bagi Bobotoh, sosok Castel tentu dikenang sebagai bagian dari sejarah kejayaan Persib. Sementara itu, bagi Persik, kontribusi Castel diharapkan mampu mengangkat performa tim di sisa kompetisi.
Ke depan, akankah Castel kembali bersinar bersama Persik dan membawa timnya bersaing di papan atas? Atau justru Persib yang terus melaju kencang mempertahankan gelar? Yang jelas, sepak bola Indonesia masih akan diwarnai kisah-kisah hangat seperti ini.



