Verstappen Sambut Debut GT3 di Portimao, Berharap Tak Bersaing Ketat dengan Rossi
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen memastikan diri turun di balapan penutup GT World Challenge Europe Cup di Portimao, 16-18 Oktober.
- Ia mengaku senang bisa satu grid dengan Valentino Rossi, tetapi berharap tidak perlu berduel ketat di lintasan.
- Jadwal padat tujuh akhir pekan beruntun F1 dan GT3 menjadi ujian kebugaran serta fokus juara dunia empat kali itu.

Max Verstappen menegaskan komitmennya untuk tampil di balapan pamungkas GT World Challenge Europe Cup di Sirkuit Portimao, Portugal, pada 16โ18 Oktober mendatang. Keputusan ini diumumkan menjelang rangkaian balapan Formula 1 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, dan menjadi sorotan karena ia akan menjalani tujuh akhir pekan balapan beruntun tanpa jeda signifikan.
Verstappen, yang telah mengantongi empat gelar juara dunia F1, menyatakan bahwa pengalaman perdananya di lintasan Nordschleife tahun ini membuatnya ketagihan. Baginya, GT3 menawarkan tantangan teknis yang berbeda dari F1, terutama dalam hal manajemen ban, lalu lintas, dan karakter sirkuit yang menuntut presisi tinggi. Portimao, dengan kontur naik-turun dan tikungan buta, disebutnya sebagai salah satu trek paling menarik untuk dijelajahi.
Yang membuat balapan ini kian dinanti adalah kehadiran Valentino Rossi. Legenda MotoGP asal Italia itu menggantung helm pada akhir 2021 dan beralih ke balap mobil, mengikuti berbagai seri seperti GT World Challenge Europe, 24H GT Series, dan World Endurance Championship. Portimao akan menjadi kali pertama Verstappen dan Rossi berbagi grid yang sama.
Menanggapi peluang tersebut, Verstappen tidak menyembunyikan rasa hormatnya. Ia mengaku senang bisa bertemu Rossi di paddock, tetapi berharap tidak perlu melihat pembalap Italia itu terlalu dekat di lintasan. "Saya berharap bisa menyapanya, dia orang yang sangat keren. Tapi saya tidak berharap melihatnya di balapan, karena itu pertanda baik bagi kami," ujarnya kepada media setelah meraih pole position di Sepang.
"Saya sebenarnya berharap tidak melihat siapa pun, berada di depan dan melakukan pekerjaan dengan baik. Tapi Anda tidak pernah tahu. Grid-nya sangat kompetitif, jadi saya menantikan tantangannya."
โ Max Verstappen
Pernyataan itu mencerminkan ambisi Verstappen untuk tampil dominan, sekaligus mengakui bahwa balapan GT3 tidak bisa diremehkan. Berbeda dengan F1 yang memungkinkan strategi tim terpusat, GT3 menuntut adaptasi cepat terhadap rival dari berbagai latar belakang dan kelas mobil yang beragam. Ia pun menegaskan bahwa timnya akan berusaha maksimal untuk meraih hasil terbaik.
Bagi penggemar motorsport di Indonesia, jadwal padat Verstappen ini menjadi tontonan tersendiri. Meski tidak ada pembalap Indonesia yang turun di GT World Challenge Europe, antusiasme terhadap sosok Verstappen dan Rossi tetap tinggi. Keduanya adalah ikon yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, terutama melalui siaran MotoGP dan F1. Kehadiran mereka di satu grid bisa menjadi daya tarik untuk meningkatkan minat terhadap balap mobil sport di kawasan Asia Tenggara.
Dari sisi kompetisi, partisipasi Verstappen di Portimao juga bisa memengaruhi peta kekuatan GT World Challenge Europe Cup. Meski statusnya sebagai pembalap tamu, kehadirannya berpotensi mengubah dinamika balapan dan memberi tekanan tambahan bagi para pembalap reguler yang tengah bersaing memperebutkan posisi klasemen akhir. Tim yang ia bela belum diumumkan secara resmi, namun spekulasi menyebutkan keterlibatan salah satu tim papan atas.
Yang jelas, Verstappen tidak ingin sekadar melengkapi daftar peserta. Ia menyatakan bahwa balapan di Portimao akan dijalani dengan pendekatan serius, bukan sekadar hobi. "Ini sangat berbeda dari Formula 1, tapi saya menyukainya. Saya sudah mencicipinya di Nordschleife, dan Portimao trek yang sangat keren untuk dikendarai. Saya akan menikmatinya dan tentu saja, sebagai tim, kami akan berusaha memberikan hasil terbaik," tuturnya.
Pertanyaannya kini, mampukah Verstappen menjaga fokus di tengah jadwal yang melelahkan? Jika ia berhasil tampil kompetitif di Portimao, itu akan memperkuat reputasinya sebagai pembalap serba bisa. Sebaliknya, jika ia kesulitan beradaptasi, publik akan kembali mempertanyakan apakah dominasi di F1 bisa diterjemahkan ke ajang balap mobil sport yang lebih kompleks. Satu hal yang pasti, akhir pekan di Portugal akan menjadi ujian menarik bagi ambisi Verstappen di luar zona nyamannya.



