F1 Singapore GP: Ferrari, McLaren, Mercedes Rilis Koleksi Fashion Lokal, Puma dan Adidas Bersaing di Pasar Asia Tenggara
Baca dalam 60 detik
- Puma dan Adidas merilis koleksi khusus untuk Grand Prix Singapura, mengangkat motif budaya Asia Tenggara seperti batik dan tenun.
- Koleksi Ferrari dan McLaren dari Puma dijual eksklusif di Asia Tenggara, sementara Adidas mengusung bunga nasional Singapura untuk Mercedes.
- Langkah ini menandai pergeseran strategi merchandise F1 yang semakin mengakar pada identitas lokal dan berpotensi memperkuat basis penggemar di kawasan.

Grand Prix Singapura tidak hanya menjadi ajang adu cepat di sirkuit Marina Bay, tetapi juga panggung bagi merek apparel raksasa untuk menunjukkan kedekatan mereka dengan budaya lokal. Puma dan Adidas, dua pemegang lisensi merchandise tim Formula 1 terkemuka, meluncurkan koleksi pakaian yang terinspirasi dari warisan Asia Tenggara, menandai babak baru dalam industri merchandise olahraga yang semakin mengutamakan identitas kultural.
Puma mengambil langkah berani dengan merilis edisi terbatas bertajuk "Singapura" untuk tim Ferrari dan McLaren. Koleksi ini tidak hanya dijual di Singapura, tetapi juga dipasarkan secara eksklusif di seluruh Asia Tenggara. Desainnya mengangkat elemen arsitektur Sino-Portugis, batik Indonesia dan Malaysia, tenun Mudmee Thailand, brokat Vietnam, tenun tradisional Filipina, hingga ubin Peranakan. Ferrari menghadirkan nuansa Club Red dan Shoji pucat dengan cetakan Peranakan bermotif floral, sementara McLaren memadukan warna Espresso Brown dan hitam dengan grafis bergaya batik, serta tetap mempertahankan warna khas papaya.
Di sisi lain, Adidas bersama tim Mercedes memilih pendekatan berbeda dengan fokus pada satu simbol: Vanda Miss Joaquim, bunga nasional Singapura. Koleksi "Vanda Bloom" mengusung warna merah muda dan ungu anggrek tersebut, dipadukan dengan aksen putih pada berbagai desain pakaian. "Koleksi khusus balapan kami adalah kesempatan untuk terhubung lebih dalam dengan komunitas yang menyambut Formula 1 setiap musim," ujar Richard Sanders, Chief Commercial Officer Mercedes. "Vanda Bloom Collection memberi penghormatan kepada Singapura melalui salah satu simbol nasionalnya yang paling ikonik, sekaligus mencerminkan inovasi dan keunggulan rekayasa yang menjadi ciri khas Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team dan Singapura."
Peluncuran ini bukan sekadar strategi pemasaran biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, merchandise F1 memang berkembang lambat, terbatas pada warna tim dan sponsor. Namun, belakangan fashion menjadi bagian penting dari kejuaraan, bahkan mencerminkan budaya negara tuan rumah. Langkah Puma dan Adidas menunjukkan bahwa tim dan sponsor mulai menyadari pentingnya resonansi lokal untuk memperluas basis penggemar, terutama di pasar Asia Tenggara yang tumbuh pesat.
"Koleksi khusus balapan kami adalah kesempatan untuk terhubung lebih dalam dengan komunitas yang menyambut Formula 1 setiap musim," ujar Richard Sanders, Chief Commercial Officer Mercedes.
Bagi Indonesia, koleksi ini menjadi penanda bahwa pasar Tanah Air diperhitungkan dalam strategi global F1. Ferrari dan McLaren melalui Puma telah mendistribusikan produknya ke Indonesia sejak awal Agustus, menjadikan penggemar lokal tidak hanya penonton, tetapi juga target pasar utama. Ini sejalan dengan meningkatnya antusiasme terhadap F1 di Indonesia, yang terlihat dari penjualan tiket dan liputan media yang semakin luas.
Ke depan, kolaborasi antara tim F1 dan merek apparel kemungkinan akan semakin sering terjadi, tidak hanya untuk balapan di Asia Tenggara tetapi juga di belahan dunia lain. Pendekatan ini tidak hanya menguntungkan secara komersial, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara tim, penggemar, dan budaya setempat. Pertanyaannya, akankah tim lain mengikuti jejak Mercedes, Ferrari, dan McLaren dengan merilis koleksi khusus untuk setiap balapan? Jika ya, maka era merchandise generik mungkin segera berakhir, digantikan oleh produk yang lebih personal dan bermakna.



