Rosalía dan Karol G Pimpin Nominasi Latin Grammy 2026 dengan Tujuh Nod
Baca dalam 60 detik
- Rosalía dan Karol G masing-masing mengantongi tujuh nominasi Latin Grammy 2026, bersaing di kategori Record of the Year dan Album of the Year.
- Edgar Barrera memuncaki daftar nominasi secara keseluruhan dengan sepuluh nominasi, sementara Jorge Drexler dan Ca7riel Paco Amoroso menyusul dengan tujuh nominasi.
- Malam puncak penghargaan akan digelar 12 November di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, dengan syarat karya rilis 1 Juni 2025–31 Mei 2026 dan minimal 60% lirik dalam bahasa Spanyol/Portugis.

Rosalía dan Karol G memimpin perolehan nominasi Latin Grammy 2026 dengan masing-masing tujuh nominasi, diumumkan Rabu (16/9). Keduanya akan bersaing di kategori Record of the Year melalui lagu La Perla (Rosalía) dan Coleccionando Heridas (Karol G), sekaligus masuk nominasi Album of the Year untuk Lux (Complete Works) dan Tropicoqueta.
Dominasi dua musisi ini menandai peta kekuatan baru musik Latin yang semakin cair. Rosalía, yang dikenal dengan eksplorasi flamenco-pop, dan Karol G, ikon reggaeton, mewakili dua kutub yang kini diakui setara oleh akademi. Keduanya juga bersaing di kategori Song of the Year, menjadikan persaingan mereka sebagai salah satu sorotan utama edisi ke-27 ini.
Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada keduanya. Edgar Barrera keluar sebagai peraih nominasi terbanyak dengan sepuluh nominasi, mengukuhkan posisinya sebagai penulis lagu dan produser paling berpengaruh di balik layar industri Latin. Sementara itu, Jorge Drexler dan duo Ca7riel Paco Amoroso masing-masing mengantongi tujuh nominasi, menyaingi Rosalía dan Karol G di tiga kategori utama: Record, Album, dan Song of the Year.
CEO Latin Recording Academy, Manuel Abud, dalam pernyataannya menyebut para nominasi tahun ini mencerminkan keragaman dan evolusi musik Latin yang terus bergerak. Ia juga menegaskan bahwa proses penjurian melibatkan anggota akademi yang memastikan Latin Grammy tetap menjadi tolok ukur keunggulan di industri ini.
“Kami merasa terhormat mempersembahkan para nominasi tahun ini untuk Latin Grammy ke-27. Para artis ini mencerminkan keragaman luar biasa dan evolusi musik Latin yang konstan, dan akademi kami terus beradaptasi dengan lanskap kreatif yang dinamis,” ujar Abud.
Nominasi dipilih dari rekaman yang dirilis antara 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026. Syaratnya, karya harus baru dan mengandung minimal 60% lirik dalam bahasa Spanyol, Portugis, atau bahasa daerah asli. Aturan ini menjaga akar linguistik dan kultural musik Latin di tengah arus globalisasi.
Bagi industri musik Indonesia, dinamika Latin Grammy bisa menjadi cermin. Pasar musik Latin yang tumbuh pesat di AS dan Eropa menunjukkan bahwa identitas bahasa dan budaya bukan penghalang, melainkan daya tarik. Musisi Indonesia yang membawa elemen lokal ke panggung global—seperti yang dilakukan beberapa penyanyi Tanah Air belakangan ini—dapat mengambil pelajaran dari strategi Rosalía dan Karol G yang konsisten dengan akar masing-masing.
Selain itu, keberhasilan Edgar Barrera sebagai penulis lagu dan produser menyoroti pentingnya peran di balik layar. Di Indonesia, ekosistem pencipta lagu dan produser masih sering kurang mendapat sorotan dibandingkan penyanyi. Padahal, kontribusi mereka menentukan arah industri. Ajang penghargaan domestik seperti Anugerah Musik Indonesia (AMI) bisa memperkuat kategori serupa untuk mendorong profesionalisme.
Dengan komposisi nominasi yang beragam, Latin Grammy 2026 berpotensi menjadi ajang pembuktian bahwa musik berbahasa non-Inggris mampu menembus pasar global tanpa kehilangan jati diri. Pertanyaannya, akankah gelaran ini juga menginspirasi industri musik Indonesia untuk lebih agresif mempromosikan karya berbahasa daerah ke kancah internasional?



