Selena Gomez: Usia Hanyalah Angka, Menua Itu Menyenangkan
Baca dalam 60 detik
- Selena Gomez menegaskan tidak takut menua dan menganggap proses menjadi lebih tua sebagai pengalaman yang menyenangkan.
- Ia mengaku mendapat inspirasi dari suami dan rekan-rekannya di Only Murders in the Building untuk hidup lebih percaya diri dan tidak mengkhawatirkan hal-hal kecil.
- Pandangan positifnya tentang usia dapat menjadi cermin bagi masyarakat Indonesia yang sering terjebak standar kecantikan dan usia muda.

Selena Gomez, yang kini berusia 34 tahun, menyatakan tidak memiliki kecemasan terhadap proses penuaan. Dalam wawancara dengan People, ia mengungkapkan bahwa bertambahnya usia justru membawa kegembiraan dan kebijaksanaan. “Saya sama sekali tidak takut. Menjadi lebih tua itu menyenangkan,” ujarnya. Pernyataan ini menepis anggapan umum di industri hiburan yang sering menuntut penampilan awet muda.
Gomez memulai karier di dunia hiburan pada usia 10 tahun melalui serial Barney & Friends. Perjalanan panjangnya dari bintang cilik hingga menjadi penyanyi dan aktris papan atas memberinya perspektif unik tentang perubahan fisik dan mental. “Hal-hal akan berubah dan mengendur, tapi Anda masih hidup. Usia hanyalah angka,” tambahnya. Sikap ini kontras dengan banyak selebritas yang merasa tertekan untuk mempertahankan citra muda.
Dalam wawancara tersebut, Gomez juga membahas hubungannya dengan suami, Benny Blanco. Ia mengagumi cara Blanco menjalani hidup dengan percaya diri dan tanpa overthinking. “Dia tidak memaksaku, tapi menginspirasiku untuk berhenti terlalu banyak berpikir,” jelasnya. Dukungan dari pasangan menjadi faktor penting dalam membangun ketenangan batin di tengah tekanan industri.
Selain Blanco, Gomez menyebut rekan-rekannya di serial Only Murders in the Building—Steve Martin, Meryl Streep, dan Martin Short—sebagai sosok yang memberikan dampak besar. Menurutnya, mereka menunjukkan bagaimana menjalani hidup dengan martabat, kelas, dan keseimbangan antara karier dan keluarga. “Mereka tidak membuatku merasa bodoh saat bertanya. Mereka mengajarku bahwa dunia tidak selalu harus serius,” tuturnya. Pengalaman bekerja dengan para senior ini membuka wawasannya tentang arti hidup yang utuh.
“Mereka semua punya keluarga dan menjalani hidup dengan cara yang belum pernah kualami. Itu membuatku bersemangat. Mungkin itu sebabnya aku tidak takut menua—karena orang-orang telah memberi contoh yang sangat baik,” ujar Selena Gomez.
Pandangan Gomez tentang penuaan menjadi relevan di Indonesia, di mana tekanan sosial terhadap penampilan dan usia masih kuat, terutama bagi perempuan. Standar kecantikan yang sempit sering membuat banyak orang merasa cemas saat bertambah usia. Kisah Gomez dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dan penerimaan diri tidak ditentukan oleh angka di KTP. Industri hiburan Tanah Air pun menghadapi tantangan serupa, dengan banyak artis yang merasa harus tetap terlihat muda demi mempertahankan popularitas.
Ke depan, pernyataan Gomez ini berpotensi menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai proses penuaan. Namun, perubahan budaya membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat. Mampukah kita merayakan setiap tahap kehidupan tanpa terbebani ekspektasi usia?



