Reba McEntire Kenakan Perhiasan Pribadi Dolly Parton di Panggung Emmy Awards
Baca dalam 60 detik
- Reba McEntire membawakan lagu Appalachian Memories sebagai penghormatan terakhir untuk Dolly Parton di ajang Primetime Emmy Awards ke-78.
- Ia memakai anting-anting dari video musik Does He Love You dan cincin kupu-kupu milik Parton, yang dipinjamkan langsung oleh The Dolly Archive.
- Gaun putih berpayet karya Michael Schmidt menjadi simbol penghormatan pada penampilan TV special Parton tahun 1983.

Reba McEntire tampil mengenakan perhiasan pribadi mendiang Dolly Parton saat membawakan tribute untuk ikon country tersebut di Primetime Emmy Awards ke-78, Senin (14/9). Penyanyi berusia 71 tahun itu menyanyikan "Appalachian Memories" dengan gaun putih berpayet, melengkapi penampilannya dengan anting-anting berlian imitasi dan cincin kupu-kupu dari koleksi pribadi Parton.
Perhiasan tersebut dipinjamkan oleh The Dolly Archive, lembaga yang mengelola warisan Parton, setelah manajer McEntire, Justin McIntosh, menghubungi keponakan Parton, Rebecca. Menurut McEntire, ia diberi kebebasan memilih dari beberapa item yang tersedia. "Tidak ada yang lebih menggambarkan Dolly selain rhinestones dan kupu-kupu," ujarnya kepada Vogue.com.
Pemilihan busana dan aksesori bukan tanpa alasan. McEntire mengaku sengaja menghindari warna hitam dan memilih tampilan berkilau. "Saya ingin mengenakan sesuatu yang berkilau, seperti yang akan dilakukan Dolly," katanya. Gaun putih berjumbai yang dikenakan Parton dalam "Live in London" menjadi acuan langsung, sehingga gaun McEntire di Emmy dibaca sebagai penghormatan atas momen bersejarah tersebut.
"Sungguh istimewa bisa membawa Dolly ke atas panggung bersama saya. Saya tidak akan pernah lupa bisa mengenakan perhiasannya." โ Reba McEntire
Hubungan antara McEntire dan Parton terbangun selama bertahun-tahun. Keduanya jarang berkomunikasi intens karena kesibukan masing-masing. Parton, menurut McEntire, lebih banyak berkomunikasi melalui faks. Bahkan Kenny Rogers pun tidak memiliki nomor telepon pribadi Parton. Pertemuan mereka umumnya terjadi saat bekerja bersama, dan dari momen itulah McEntire menyimpan kenangan tentang keluarga serta teman-teman yang mereka bagi.
Bagi publik Indonesia, momen ini memperlihatkan bagaimana industri hiburan global mengelola warisan budaya populer. The Dolly Archive berperan sebagai penjaga memori kolektif, meminjamkan artefak pribadi untuk pertunjukan berskala internasional. Praktik semacam ini jarang ditemui di Asia Tenggara, di mana arsip artis legendaris sering tersebar atau tidak terdokumentasi dengan baik. Langkah The Dolly Archive bisa menjadi contoh bagi pelaku industri musik Indonesia dalam mengelola aset sejarah, termasuk kostum, perhiasan, dan rekaman langka, sebagai bagian dari strategi pelestarian dan nilai ekonomi jangka panjang.
Selain itu, penampilan McEntire menegaskan bahwa tribute tidak sekadar menyanyikan ulang lagu. Ia melibatkan properti personal, narasi busana, dan konteks sejarah. Pendekatan ini memperkuat posisi Emmy sebagai panggung yang mampu menggabungkan penghormatan seni dengan konsumsi media massa. Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang batas antara penghormatan dan komersialisasi warisan seorang seniman. Sejauh mana arsip pribadi sebaiknya dibuka untuk kepentingan pertunjukan publik? Dan bagaimana industri musik Indonesia dapat membangun sistem pengarsipan yang setara untuk menjaga jejak seniman besarnya?



