Mikey Moore Incar Kesan di Cologne: Dari Tottenham ke Bundesliga, Tantang Kane di Allianz Arena
Baca dalam 60 detik
- Mikey Moore, penyerang muda Tottenham Hotspur, menjalani masa peminjaman di Cologne dan langsung mencuri perhatian dengan satu assist pada debut Bundesliga.
- Ia mengaku terkesan dengan atmosfer stadion Jerman yang dinilainya lebih liar daripada di Inggris, serta siap menghadapi Harry Kane pada 20 November.
- Langkah Moore ke Bundesliga bisa menjadi peta jalan bagi pemain muda Indonesia yang ingin menimba ilmu di Eropa, sekaligus memperkuat kerja sama sepak bola kedua negara.

Penyerang muda Tottenham Hotspur, Mikey Moore, resmi memulai petualangan barunya bersama Cologne di Bundesliga Jerman. Pemain berusia 19 tahun itu bergabung dengan status pinjaman selama satu musim tanpa opsi pembelian, dan langsung menunjukkan kualitasnya dengan menyumbang satu assist pada laga debutnya melawan VfB Stuttgart di pekan kedua.
Keputusan Moore untuk pindah ke Jerman bukan tanpa alasan. Setelah mencatatkan diri sebagai pemain termuda Tottenham di Premier League pada Mei 2024 di usia 16 tahun, ia menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Rangers, Skotlandia. Di sana, ia tampil dalam 47 pertandingan kompetitif dengan torehan tujuh gol dan empat assist. Pengalaman itu membuatnya haus akan menit bermain reguler di level yang lebih kompetitif, dan Cologne menjadi pelabuhan berikutnya.
"Saya ingin membuat orang-orang terpesona dengan permainan saya dan membuat mereka bangkit dari kursi," ujar Moore kepada situs resmi Cologne. "Saya ingin para penggemar mengatakan di akhir musim bahwa saya telah memberikan segalanya untuk klub dan mereka menikmati menonton saya bermain."
Kepindahan Moore ke Bundesliga juga tidak lepas dari peran pelatih kepala Cologne, Renรฉ Wagner. Menurut Moore, Wagner memiliki visi yang jelas tentang bagaimana dan di mana ia akan digunakan. "Dia punya visi yang jelas tentang bagaimana dan di mana saya harus bermain. Saya sangat menyukai bahwa dia berencana menggunakan saya dalam peran ofensif dan bahwa saya diharapkan membantu tim dengan mencetak gol," ungkapnya.
Moore mengaku senang dengan kesempatan ini. "Ketika saya mendapat lampu hijau untuk pinjaman, saya sangat senang. Saya tidak sabar untuk segera memulai," tambahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa obrolan dengan Wagner meyakinkannya untuk mengambil langkah tersebut.
Bagi Moore, Bundesliga telah lama menjadi tontonan favoritnya. Kini ia merasakan langsung atmosfer stadion legendaris Jerman. Pada laga kandang pertamanya melawan Werder Bremen, ia merasakan getaran yang berbeda. "Stadionnya indah, dan para penggemarnya luar biasa. Mereka bahkan lebih gila daripada di Inggris," akunya. "Saya ingin bermain di pertandingan-pertandingan besar di stadion yang penuh sesak dan membantu tim tampil sebaik mungkin."
Salah satu pertandingan besar yang dinantinya adalah melawan Bayern Munich. Laga yang dijadwalkan pada 20 November itu akan menjadi reuni dengan Harry Kane, mantan bintang Tottenham yang kini bersinar di Bayern. Moore mengingat pernah berlatih beberapa kali dengan Kane semasa di Tottenham. "Dia pemain yang luar biasa untuk Tottenham. Apa yang dia lakukan sekarang sungguh di luar kata-kata. Ketika saya masih muda, saya sempat beberapa kali berlatih dengannya. Saya sangat menantikan untuk bermain melawannya," ujarnya.
Kiprah Moore di Bundesliga juga menarik perhatian dari sudut pandang sepak bola Indonesia. Langkah pemain muda Inggris ini bisa menjadi contoh bagi talenta muda Indonesia yang ingin menimba ilmu di Eropa. Bundesliga dikenal sebagai liga yang ramah bagi pemain muda dan memberikan kesempatan bermain reguler. Hal ini sejalan dengan program pengembangan pemain muda yang digalakkan PSSI dan klub-klub Liga Indonesia. Kerja sama antara Indonesia dan Jerman di bidang sepak bola juga semakin erat, dengan beberapa pemain Indonesia yang menjajal kompetisi di Eropa. Kehadiran Moore di Cologne bisa menjadi inspirasi bahwa usia muda bukan halangan untuk bersaing di liga top Eropa.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Moore bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi Cologne. Ia ingin membawa klub itu tampil sebaik mungkin dan meninggalkan kesan mendalam bagi para pendukung. Pertanyaannya, akankah ia mampu bersinar dan membantu Cologne mengatasi Bayern Munich di Allianz Arena? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Moore siap mencuri perhatian.



