Mike Flanagan Larang Summer H. Howell Tonton 'Carrie' Lawas, Kenapa?
Baca dalam 60 detik
- Sutradara Mike Flanagan memilih Summer H. Howell sebagai Carrie White tanpa membiarkannya menonton film adaptasi sebelumnya.
- Howell mengaku tidak mengetahui elemen telekinesis atau bullying dalam cerita, sehingga ia membangun karakter dari naskah secara mandiri.
- Adaptasi serial Prime Video ini akan mengeksplorasi komunitas perempuan berbakat yang belum pernah diangkat dalam versi film pendek.

Mike Flanagan, sutradara yang dikenal lewat serial The Haunting of Hill House, secara sengaja tidak memperkenalkan Summer H. Howell pada film Carrie (1976) sebelum proses syuting adaptasi terbarunya untuk Prime Video. Keputusan ini diambil agar Howell, yang memerankan Carrie White, tidak terjebak meniru akting Sissy Spacek dalam versi klasik tersebut. Howell bahkan belum membaca novel Stephen King tahun 1974 yang menjadi sumber cerita.
Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, Howell mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak tahu tentang elemen telekinesis, adegan bullying, atau detail ikonik lain dalam kisah Carrie. "Itu benar-benar cerita baru bagi saya. Mungkin juga bagi banyak orang seusia saya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatannya lebih pada menghubungkan diri dengan kata-kata di naskah dan perasaan karakter. "Bagian besar dari Carrie versi saya adalah dia terbuka, ingin tahu tentang dunia, dan ingin mengalami banyak hal."
Howell, aktris 22 tahun asal Winnipeg, memuji pelatih aktingnya yang membantunya merasa bebas untuk mencoba hal berbeda dan membawa warna unik ke setiap peran. Menurutnya, untuk Carrie, kebebasan itu mudah didapat. Flanagan sendiri mengungkapkan bahwa Howell menonjol di antara lebih dari 1.400 aktor yang mengikuti audisi untuk peran Carrie White karena pendekatannya yang sangat khas.
Meski tidak menonton film lama, Howell tetap menyadari momen ikonik darah babi di pesta prom yang menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita. Di lokasi syuting, adegan itu digarap dengan suasana yang sengaja diperlambat oleh Flanagan. "Mike meluangkan waktu agar semua orang menghargai momen dan mengingat di mana kita berada: 'Kita sedang di prom Carrie White'," kenang Howell. Ia senang karena kru tidak terburu-buru, meski jadwal padat.
"Hal yang belum pernah digali adalah Carrie adalah bagian dari komunitas perempuan yang lebih besar dan dia tidak pernah mengetahuinya. Kami berbicara tentang serial, jadi ekspansi adalah keniscayaan. Itulah inti dari pendekatan kami." โ Mike Flanagan
Flanagan menegaskan bahwa kisah Carrie sudah beberapa kali diadaptasi ke layar lebar dan televisi, sehingga versinya harus menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia menyoroti aspek yang belum pernah dijelajahi: Carrie sebagai bagian dari komunitas perempuan berbakat yang tidak pernah ia kenal. "Ini adalah cerita tentang perempuan-perempuan berbakat, tentang perempuan muda yang mempelajari tempat mereka di dunia dan menemukan kekuatan merekaโbeserta segala jebakannya," jelasnya.
Bagi industri hiburan Indonesia, pendekatan Flanagan ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya memberi ruang bagi aktor untuk menafsirkan ulang karakter ikonik tanpa bayang-bayang versi sebelumnya. Di tengah maraknya remake dan reboot, kreator lokal dapat mempertimbangkan bagaimana memperluas cerita asli agar relevan dengan konteks masa kini, bukan sekadar mengulang formula lama. Serial Carrie versi Flanagan dijadwalkan tayang di Prime Video, meski tanggal pasti belum diumumkan.
Apakah penonton Indonesia siap menerima interpretasi baru dari karakter horor klasik yang sudah melekat di ingatan kolektif? Yang jelas, Flanagan dan Howell berusaha menawarkan sesuatu yang segar, bukan sekadar daur ulang.



