Prabowo Instruksikan Pencarian 8 Hilang di Selat Sunda Diperluas, Investigasi Kapal Virgo Disiapkan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo memerintahkan perluasan operasi SAR bagi lima jurnalis dan tiga kru yang belum ditemukan di perairan Anak Krakatau.
- Pemerintah menyiapkan investigasi menyeluruh atas tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 dengan melibatkan Polri dan TNI.
- Hak keluarga korban menjadi perhatian utama, sementara 22 kapal dikerahkan menyisir area 3.439 mil laut persegi.

Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran terkait tidak mengendurkan upaya pencarian delapan orang yang masih dinyatakan hilang di Selat Sunda, terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Instruksi itu disampaikan dalam rapat koordinasi virtual di Istana Kepresidenan, Rabu (16/9/2026), yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, BNPB, BMKG, Basarnas, hingga Badan Geologi.
Rapat tersebut menempatkan dua prioritas pada agenda: percepatan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8 dan penuntasan pencarian awak media yang terseret arus saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga hari kesembilan, tim SAR gabungan belum menemukan jejak kedelapan orang tersebut, baik di sekitar Selat Sunda maupun perairan Bengkulu.
Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa penyisiran di Pulau Enggano dan garis pantai Bengkulu juga belum membuahkan hasil. "Hasilnya masih nihil," ujarnya, menggarisbawahi bahwa luasnya wilayah pencarian menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia memastikan koordinasi lintas wilayah terus berjalan untuk memperkecil kemungkinan titik yang terlewat.
Selain menggenjot operasi SAR, Prabowo menitipkan dua hal krusial kepada Menteri Perhubungan. Pertama, memastikan koordinasi lanjutan dengan Basarnas berjalan mulus. Kedua, menjamin pemenuhan hak-hak keluarga korban, termasuk akses informasi, santunan, dan pendampingan psikososial. "Pastikan hak-hak keluarga korban dipenuhi sebaik-baiknya," pesan Prabowo dalam rapat tersebut.
Kepala negara juga meminta investigasi mendalam dan objektif atas insiden KMP Virgo Transport 8, dengan melibatkan unsur Polri dan TNI. Langkah ini dinilai penting untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus mencegah terulangnya musibah serupa di jalur pelayaran padat Selat Sunda. Investigasi diharapkan tidak hanya fokus pada aspek teknis kapal, tetapi juga prosedur keselamatan dan mitigasi cuaca ekstrem.
"Saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut, dengan melibatkan Polri dan TNI," tegas Prabowo.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya pelaku usaha dan investor, peristiwa ini menyoroti urgensi pembenahan infrastruktur transportasi laut dan sistem peringatan dini bencana. Selat Sunda merupakan jalur logistik vital yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Gangguan akibat kecelakaan kapal maupun aktivitas vulkanik Anak Krakatau berpotensi mengerek biaya logistik dan memengaruhi rantai pasok regional. Pemerintah pun dituntut menyeimbangkan percepatan pembangunan dengan standar keselamatan pelayaran yang ketat.
Di sisi lain, insiden yang menimpa jurnalis saat bertugas menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja media di area bencana masih menjadi pekerjaan rumah. Organisasi profesi dan pegiat keselamatan jurnalistik mendesak adanya protokol peliputan yang lebih ketat, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri dan koordinasi dengan otoritas setempat sebelum meliput di zona berbahaya.
Ke depan, publik akan mencermati apakah perluasan area pencarian dan investigasi yang dijanjikan mampu menjawab tanda tanya besar: mengapa delapan orang masih belum ditemukan setelah lebih dari sepekan? Transparansi hasil investigasi dan akuntabilitas semua pihak akan menjadi ujian bagi kredibilitas penanganan bencana di era pemerintahan saat ini.



