Nigella Lawson Diperingatkan 'Jangan Kalap' saat Debut Juri Bake Off
Baca dalam 60 detik
- Mantan kontestan Bake Off, Howard Middleton, menyarankan Nigella Lawson untuk mengatur ritme makan saat menjadi juri, karena godaan kue yang melimpah.
- Middleton juga mengungkapkan penyesalannya tidak mempersiapkan diri lebih matang dan kurang menikmati pengalaman selama kompetisi.
- Debut Nigella sebagai juri di Channel 4 pada 22 September mendatang diprediksi membawa perubahan dinamika penjurian bersama Paul Hollywood.

Nigella Lawson akan memulai debutnya sebagai juri dalam ajang The Great British Bake Off pada 22 September mendatang di Channel 4. Namun, sebelum ia duduk di kursi penjurian bersama Paul Hollywood, seorang mantan kontestan memberikan peringatan ringan: jangan terlalu kalap mencicipi kue-kue kontestan.
Howard Middleton, yang berkompetisi pada 2013, secara bercanda menyarankan agar Nigella memperhatikan ritme makan. Menurutnya, godaan hidangan penutup yang disajikan para peserta bisa membuat juri baru kehilangan kendali. "Saya rasa dia perlu menyadari bahwa ada banyak sekali yang harus dicoba," ujar Middleton kepada BANG Showbiz, seperti dikutip dari wawancara eksklusif.
Middleton, yang dikenal dengan kreasi inovatif seperti kue sandwich bebas gluten dan menara biskuit rasa teh, juga mengingatkan bahwa proses syuting acara ini melibatkan banyak orang di balik layar. Para kru, mulai dari runner hingga penata suara, sering kali ikut menyantap hasil karya kontestan. "Jika Anda tahu berapa banyak kru yang ada, mereka akan langsung melahap atau membawa pulang kue-kue itu," tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, Middleton juga berbagi penyesalan selama mengikuti kompetisi. Ia merasa kurang persiapan dan terlalu gugup sehingga tidak bisa menikmati prosesnya. "Saya berharap bisa lebih tenang dan tidak terlalu khawatir," kenangnya. Ia menambahkan bahwa meskipun tampak percaya diri, rasa cemas tetap ada.
"Saya pikir Anda bisa lolos karena pengalaman memanggang, tapi juga karena kepribadian yang beragam. Terkadang Anda merasa sudah cukup baik, padahal masih ada celah dalam pengetahuan," ujar Middleton.
Bagi penonton Indonesia, The Great British Bake Off mungkin bukan tayangan utama, tetapi fenomena ini mencerminkan bagaimana acara realitas kuliner terus berevolusi. Di Indonesia, kompetisi memasak seperti MasterChef Indonesia dan Hell's Kitchen juga memiliki basis penggemar setia. Kehadiran juri baru sering kali mengubah dinamika penjurian dan ekspektasi penonton. Nigella Lawson, yang dikenal dengan gaya santai namun kritis, diperkirakan akan membawa warna baru dalam penilaian.
Selain itu, kesuksesan acara ini di pasar internasional menunjukkan potensi format kuliner untuk diadaptasi di berbagai negara. Di Indonesia, stasiun televisi dan platform streaming semakin gencar memproduksi konten serupa, menandakan minat pasar yang besar. Namun, tantangan utama adalah menjaga otentisitas dan kualitas hidangan lokal agar tetap relevan.
Dengan debut Nigella yang tinggal menghitung hari, publik penasaran apakah ia akan mampu mempertahankan standar penjurian yang tinggi sambil tetap memikat penonton. Apakah kehadirannya akan mengubah resep sukses Bake Off, atau justru menambah dimensi baru dalam kompetisi yang sudah ikonik? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: para kontestan harus siap menghadapi kritik pedas sekaligus pujian dari juri baru yang penuh karisma.



