Josh Widdicombe Keluhkan Gangguan Lambung Usai Debut Strictly Come Dancing: "Saya Tidak Stres, Hanya Kelelahan"
Baca dalam 60 detik
- Josh Widdicombe mengaku mengalami masalah pencernaan setelah syuting perdana Strictly Come Dancing pada 9 September.
- Ia menyebut kelelahan ekstrem sebagai pemicu, bukan tekanan mental, dan mengaitkannya dengan jadwal padat pasca-acara.
- Debutnya bersama Emma Willis dan Johannes Radebe akan tayang Sabtu, sementara kompetisi live dimulai 26 September.

Presenter Strictly Come Dancing, Josh Widdicombe, mengungkapkan bahwa ia tengah bergulat dengan gangguan pencernaan setelah menjalani syuting perdana acara dance BBC tersebut. Pria berusia 43 tahun itu mengaku kondisi fisiknya menurun drastis pasca-taping yang berlangsung pada 9 September, di mana ia bersama Emma Willis (50) dan Johannes Radebe (39) pertama kali membawakan acara peluncuran musim baru.
Dalam episode terbaru podcast Parenting Hell yang ia pandu bersama komedian Rob Beckett, Widdicombe menceritakan detail keluhannya. "Saya sedang tidak sehat. Saya tidak ingin terlalu gamblang, tapi saya mengalami masalah lambung. Saya terus ingin buang air kecil, sembelit, dan nyeri perut," ujarnya. Ia menegaskan bahwa penyebabnya bukan stres, melainkan kelelahan. "Saya tidak stres, saya lelah. Sejujurnya, kami selesai syuting acara peluncuran Strictly hari Rabu. Semuanya berjalan lancar. Keesokan harinya, saya rasa belum pernah merasa selelah itu, dan sampai sekarang belum pulih sepenuhnya," tambahnya.
Widdicombe juga menyoroti padatnya agenda yang memperparah kondisi. Setelah syuting, ia harus tampil di Dublin keesokan harinya, lalu kembali ke Inggris untuk menjalani akhir pekan penuh mengasuh dua anaknya, Pearl (8) dan Cassius (5). Kombinasi tekanan fisik dan tanggung jawab domestik ini, menurutnya, menjadi pemicu utama gangguan kesehatan yang ia alami.
Strictly Come Dancing sendiri tengah memasuki babak baru. Pada Mei lalu, Widdicombe, Willis, dan Radebe diumumkan sebagai trio pembawa acara menggantikan Tess Daly dan Claudia Winkleman yang mundur pada Desember. Namun, tidak ada pembagian tugas yang bersifat "like-for-like". Emma Willis dalam podcast The Rest Is Entertainment milik Richard Osman menjelaskan, "Tidak ada penggantian langsung, jadi tidak ada yang benar-benar menggantikan posisi siapa pun. Saat ini semuanya masih sangat terbuka. Kami menjalani banyak hari produksi, bermain-main, dan saling memahami—atau lebih tepatnya, mereka yang memahami kami."
"Ini akan seperti total football, Richard. Kami akan bergerak ke mana-mana," canda Widdicombe, mengibaratkan fleksibilitas peran mereka seperti strategi sepak bola total.
Musim ini juga menampilkan deretan peserta yang tak kalah menarik. Mulai dari ikon EastEnders Lacey Turner, penyanyi Delta Goodrem, mantan peserta Love Island Cach Mercer dan Dani Dyer—yang tahun lalu mundur karena cedera pergelangan kaki—hingga penata rambut selebriti Chris Appleton. Ada pula pembawa acara Big Brother Will Best, atlet Paralimpiade Dame Sarah Storey, aktris Jaime Winstone, mantan pesepakbola Shaun Wright-Phillips, dan bintang House of the Dragon Bethany Antonia. Pelatih anjing Graeme Hall, aktor Emmerdale Lawrence Robb, peraih medali emas Olimpiade skeleton Tabby Stoecker, YouTuber John Nellis, serta aktris Gavin and Stacey Melanie Walters melengkapi daftar.
Bagi industri hiburan Indonesia, dinamika Strictly Come Dancing—terutama pergantian host dan tekanan produksi—bisa menjadi cermin bagaimana program kompetisi lokal seperti Indonesian Idol atau MasterChef Indonesia mengelola transisi presenter. Kesehatan mental dan fisik para pengisi acara sering kali terabaikan di balik tuntutan rating dan jadwal padat. Meski Widdicombe menegaskan bukan stres, kelelahan ekstrem yang berujung gangguan fisik tetap menjadi sinyal penting bagi pelaku industri untuk memperhatikan kesejahteraan tim produksi.
Dengan jadwal kompetisi live yang baru dimulai 26 September dan eliminasi pertama pada 4 Oktober, pertanyaannya kini: akankah Widdicombe mampu menjaga kondisi prima sepanjang musim, atau justru menjadi peringatan bagi BBC tentang pentingnya manajemen beban kerja di balik gemerlap panggung dansa?



