Granat Asap Ditemukan Pemulung di Cempaka Putih, Polisi Buru Asal-usul
Baca dalam 60 detik
- Seorang pemulung menemukan dua granat asap di lahan kosong Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/9).
- Tim Gegana Polda Metro Jaya memastikan granat sudah tidak aktif dan menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain.
- Polisi masih mendalami asal-usul granat dan memeriksa pemulung yang menemukannya.

Dua granat asap ditemukan di sebuah lahan kosong di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/9). Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pemulung yang tengah mencari barang bekas di area tersebut. Polisi pun langsung bergerak cepat dengan menerjunkan tim penjinak bom dari Detasemen Gegana Polda Metro Jaya ke lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Sang Ngurah Wiratama mengungkapkan bahwa granat tersebut sudah dalam kondisi terpakai dan tidak lagi aktif. "Granat asap tersebut dalam kondisi sudah digunakan, dan saat ini sudah diamankan oleh Detasemen Gegana Polda. Statusnya sudah tidak aktif," ujar Wira kepada awak media. Meski demikian, keberadaan benda mencurigakan itu sempat membuat warga sekitar resah, mengingat lokasinya berada di kawasan padat penduduk.
Setelah menerima laporan, tim Gegana tidak hanya mengamankan granat, tetapi juga melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar lahan kosong. Menurut Wira, penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang tertinggal. "Sudah dilakukan penyisiran barusan oleh Detasemen Gegana di sekeliling, baik di TKP maupun di sekelilingnya. Jadi dipastikan sudah aman, sudah bisa dilaksanakan aktivitas sediakala," tegasnya. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan potensi bom atau granat di wilayah tersebut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki asal-usul granat asap tersebut. Pemulung yang pertama kali menemukannya tengah dimintai keterangan di Polsek Cempaka Putih. "Untuk itu (asal usul granat asap) lagi kita mau dalami. Kita belum tahu untuk kepastiannya, nanti kita bisa mendapatkan jawaban dari Detasemen Gegana setelah melaksanakan pendalaman," jelas Wira. Penyidik belum bisa memastikan apakah granat itu sengaja ditinggalkan atau terbawa arus barang bekas dari tempat lain.
Penemuan granat asap di kawasan permukiman bukan kali pertama terjadi di Jakarta. Sebelumnya, beberapa kasus serupa muncul dari barang bekas milik instansi tertentu yang tidak terkelola dengan baik. Pengamat keamanan menilai perlunya pengawasan lebih ketat terhadap limbah materiil militer, terutama yang berpotensi membahayakan warga. Meski granat asap tidak memiliki daya ledak mematikan, keberadaannya tetap menimbulkan risiko jika jatuh ke tangan yang salah atau terpicu secara tidak sengaja.
"Kami mengimbau warga untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan dan segera melapor ke pihak berwenang," pesan Wira.
Dari sisi penegakan hukum, kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi antara kepolisian, TNI, dan pengelola lahan kosong. Lahan terbuka yang tidak terawat kerap menjadi lokasi pembuangan ilegal, termasuk barang-barang berbahaya. Polisi belum menyebut adanya unsur kesengajaan, namun penyelidikan akan mengarah pada kemungkinan kelalaian dalam pengelolaan aset. Warga sekitar berharap lahan kosong tersebut segera ditertibkan agar tidak menjadi sarang aktivitas ilegal.
Ke depan, publik menanti hasil pendalaman tim Gegana untuk mengungkap dari mana granat asap itu berasal. Jika terbukti ada kelalaian, bukan tidak mungkin akan ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban. Sementara itu, aktivitas di sekitar lokasi telah kembali normal setelah polisi menyatakan area tersebut aman. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap benda mencurigakan tetap menjadi tanggung jawab bersama, terutama di lingkungan perkotaan yang padat.



