KRI Canopus Dikerahkan, Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 Berlanjut di Hari Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Basarnas mengerahkan KRI Canopus untuk operasi pencarian bawah laut korban KM Virgo Transport 8 setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
- Hingga Senin malam, 114 korban ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal, sementara 129 orang masih hilang dari total 243 penumpang.
- Pengerahan kapal riset TNI AL ini menjadi uji kemampuan teknologi SAR nasional dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem di perairan Masalembo.

Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, memasuki babak baru. Pada hari ketiga, Selasa (15/9/2026), Basarnas mengerahkan KRI Canopus—kapal riset TNI AL yang dilengkapi teknologi pencarian bawah laut—untuk memperluas jangkauan SAR setelah cuaca buruk menghambat pengerahan tim penyelam sehari sebelumnya.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan bahwa KRI Canopus sedang dalam perjalanan dan diperkirakan tiba di lokasi pada Selasa pagi. "KRI Canopus akan mendukung pencarian bawah air menggunakan teknologi yang tersedia sebagai alternatif menghadapi kendala cuaca yang membatasi pengerahan penyelam," ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapal tersebut membawa sejumlah perangkat canggih, termasuk drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV). Teknologi ini memungkinkan deteksi dan pemetaan kondisi dasar laut secara lebih presisi, termasuk untuk menemukan bagian kapal dan korban yang masih hilang.
Meski demikian, Basarnas tetap menyiagakan tim penyelam yang terdiri dari personel Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas. Mereka akan diterjunkan begitu kondisi cuaca memungkinkan, mengingat operasi bawah air memiliki risiko tinggi jika dilakukan dalam gelombang tinggi.
Hingga Senin malam, tim SAR telah mengevakuasi 114 korban. Sebanyak 86 di antaranya tiba di Pelabuhan Trisakti, terdiri dari 85 orang selamat dan satu jenazah. Satu korban meninggal lainnya dievakuasi melalui Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru dan diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri untuk identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 26 korban masih dalam proses evakuasi menuju Banjarmasin, terdiri dari 22 selamat dan empat meninggal.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal diduga mengalami kecelakaan akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan tersebut.
"Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada. Prioritas utama adalah menemukan korban yang masih hilang," tegas Syafii.
Pengerahan KRI Canopus menjadi sorotan karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menggelar operasi SAR terpadu yang melibatkan teknologi maritim canggih. Kapal ini biasanya digunakan untuk riset hidrografi, namun dalam situasi darurat dapat difungsikan untuk misi kemanusiaan.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya pelaku industri pelayaran dan penumpang, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan kapal penumpang, terutama di jalur padat seperti Surabaya–Banjarmasin. Cuaca ekstrem di perairan Masalembo juga menyoroti perlunya sistem peringatan dini yang lebih baik dan respons cepat dari otoritas.
Ke depan, operasi SAR akan bergantung pada perbaikan cuaca. Jika kondisi membaik, tim penyelam akan dikerahkan untuk melengkapi pencarian bawah air yang dilakukan KRI Canopus. Namun jika cuaca tetap buruk, teknologi ROV dan drone bawah air akan menjadi tulang punggung operasi. Publik menanti apakah seluruh korban dapat ditemukan, sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi laut nasional.



