Bob Mackie Tutup Usia, Elton John: Hollywood Kehilangan Desainer Paling Legendaris
Baca dalam 60 detik
- Bob Mackie, perancang kostum ikonis Hollywood, meninggal dunia pada usia 87 tahun akibat pneumonia.
- Elton John, Liza Minnelli, dan sederet bintang lain mengenang Mackie sebagai jenius di balik kostum panggung dan layar.
- Warisan Mackie tidak hanya soal busana, tetapi juga membentuk estetika pop culture yang memengaruhi generasi kreator muda.

Industri hiburan Hollywood berduka. Bob Mackie, perancang kostum yang namanya melekat pada gemerlap panggung dan layar kaca selama lebih dari lima dekade, meninggal dunia pada Senin (14/9) di usia 87 tahun. Kabar duka itu disampaikan tim Mackie melalui media sosial, menyebut pneumonia sebagai penyebabnya. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi para bintang yang pernah tampil memukau berkat sentuhan tangannya, termasuk Sir Elton John yang langsung menyampaikan penghormatan.
Elton John, yang mengenakan kostum Dodgers penuh kristal rancangan Mackie pada konser stadion tahun 1975, menulis di Instagram bahwa setiap kali mengenakan karya Mackie, ia merasa istimewa. "Kostumnya adalah karya seni, dan dia akan dikenang sebagai salah satu desainer paling legendaris di Hollywood," ujarnya. Elton juga menyoroti karakter Mackie yang rendah hati di tengah industri yang penuh ego. "Dia mencintai kemewahan seperti saya, tapi yang lebih penting, kami berbagi selera humor dan bersenang-senang bersama," tambahnya.
Mackie dikenal luas sebagai otak di balik penampilan ikonis Cher, Tina Turner, Barbra Streisand, Diana Ross, hingga generasi muda seperti Sabrina Carpenter dan Miley Cyrus. Liza Minnelli, yang telah bekerja sama dengannya sejak era 1960-an, mengenang Mackie sebagai sosok yang selalu punya ruang untuk orang yang dicintainya. "Dia adalah nomor satu bagi Cher, dan setelah Halston meninggal, dia selalu menyempatkan membantu saya. Itulah Bob. Semua bakat, glamor, dan imajinasi itu, tapi selalu ada ruang untuk orang yang dia sayangi," kata Liza kepada PEOPLE.
Brooke Shields, yang mengenakan gaun Mackie dalam film Brenda Starr (1989), menyebutnya sebagai "kejeniusan dan bakat absolut". Sabrina Carpenter mengaku "sangat terpukul" dan merasa beruntung pernah bertemu Mackie. "Kreasinya yang unik telah menginspirasi dan membawa begitu banyak kebahagiaan serta kepercayaan diri ke dunia saya," tulisnya. Sementara stylist Law Roach, yang sering mendandani Zendaya dengan busana vintage Mackie, menyebutnya sebagai "ayah fashion dan salah satu desainer terhebat dalam sejarah mode Amerika".
Bagi publik Indonesia, sosok Bob Mackie mungkin lebih dikenal melalui kostum-kostum megah di ajang penghargaan internasional atau penampilan para diva di panggung dunia. Namun, warisannya memiliki resonansi lebih dalam: ia menunjukkan bahwa kostum bukan sekadar pakaian, melainkan bagian dari narasi pertunjukan yang mampu membangun identitas dan emosi. Di tengah industri kreatif Indonesia yang tengah tumbuh, terutama dalam bidang mode dan seni pertunjukan, pendekatan Mackie yang menggabungkan keahlian teknis, keberanian estetika, dan pemahaman karakter bisa menjadi pelajaran berharga.
Karya Mackie juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas generasi. Ia tidak hanya bekerja dengan bintang senior, tetapi juga dipercaya oleh musisi muda seperti Carpenter dan Cyrus. Ini menunjukkan bahwa prinsip desain yang kuat mampu melampaui zaman. Di Indonesia, di mana industri mode dan kostum pertunjukan mulai mendapat perhatian lebih, kisah Mackie dapat memicu diskusi tentang perlunya dokumentasi dan apresiasi terhadap perancang kostum sebagai bagian dari ekosistem kreatif.
"Dia hidup 87 tahun dengan penuh, mewujudkan mimpinya menjadi Fashion and Costume Designer, yang memang satu-satunya hal yang ingin dia lakukan. Kejeniusan dan desainnya yang luar biasa akan hidup selamanya, terus membawa keindahan ke dunia ini." โ Tim Bob Mackie
Dengan kepergian Mackie, dunia kehilangan salah satu pilar estetika pop culture. Namun, pertanyaannya kini: siapa yang akan meneruskan semangat keberanian dan keanggunan dalam desain kostum? Mungkin jawabannya ada pada generasi kreator yang terinspirasi oleh jejaknya, termasuk di Indonesia, di mana industri kreatif sedang mencari jati diri. Warisan Bob Mackie akan terus bersinar, mengingatkan bahwa di balik setiap penampilan memukau, ada seniman yang bekerja tanpa lelah untuk menciptakan keajaiban.



