Bob Mackie Tutup Usia: Elton John dan Liza Minnelli Kenang Sang Maestro Kostum Hollywood
Baca dalam 60 detik
- Desainer kostum legendaris Bob Mackie meninggal dunia pada Senin (14/9) di usia 87 tahun akibat pneumonia.
- Elton John, Liza Minnelli, dan sederet bintang lain mengenang Mackie sebagai sosok visioner yang mengubah wajah glamor Hollywood.
- Warisan Mackie diprediksi tetap hidup melalui pengaruhnya pada mode panggung dan kostum selebritas global, termasuk potensi gaung di industri kreatif Indonesia.

Industri hiburan Hollywood kehilangan salah satu arsitek visual paling berpengaruh. Bob Mackie, perancang kostum yang selama enam dekade menciptakan penampilan ikonik bagi bintang-bintang papan atas, mengembuskan napas terakhir pada Senin (14/9) di usia 87 tahun. Penyebabnya adalah pneumonia. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh tim Mackie melalui akun media sosial resminya, memicu gelombang penghormatan dari sejumlah nama besar.
Elton John menjadi salah satu yang pertama angkat bicara. Lewat unggahan di Instagram, pelantun "Rocket Man" itu menyebut Mackie sebagai "salah satu desainer paling legendaris yang pernah ada di Hollywood". Elton mengenang momen ketika ia tampil di Stadion Dodgers pada 1975 dengan kostum seragam penuh kristal rancangan Mackie. "Setiap kali saya mengenakan sesuatu yang dibuat Bob, saya merasa sangat istimewa. Kostumnya adalah karya seni," tulisnya. Ia juga menyoroti keramahan Mackie yang langka di industri penuh ego. "Di lautan ego, dia seolah tak punya ego. Salah satu orang paling sopan dan luar biasa yang pernah bekerja sama dengan saya."
Mackie memang bukan sekadar penjahit kostum. Namanya melekat pada Cherโkolaborasi yang melahirkan sejumlah penampilan paling ikonik di panggung dan layar kaca. Namun daftar kliennya jauh lebih panjang: Tina Turner, Barbra Streisand, Diana Ross, hingga generasi muda seperti Sabrina Carpenter dan Miley Cyrus. Fleksibilitas itulah yang membuatnya tetap relevan dari era glamor 1970-an sampai industri hiburan digital hari ini.
Liza Minnelli, yang telah lama bekerja sama dengan Mackie, menyampaikan duka mendalam kepada PEOPLE. Ia mengenang awal mula Mackie merancang kostum untuk serial CBS ibunya, lalu berlanjut ke berbagai proyek, termasuk spesial TV bersama Goldie Hawn pada 1980. Minnelli bahkan menyebut Mackie sebagai "nomor satu-nya Cher" dan sosok yang selalu menyediakan waktu untuk membantu siapa pun yang ia sayangi. "Semua bakat luar biasa itu, semua glamor dan imajinasi, tapi selalu ada ruang untuk orang yang ia cintai," ujarnya. Ia menutup dengan kalimat puitis: "Surga baru saja mendapat departemen kostum yang luar biasa."
Reaksi juga datang dari generasi yang lebih muda. Sabrina Carpenter mengaku "sangat terpukul" dan merasa beruntung pernah bertemu Mackie. "Kreasinya yang unik telah menginspirasi dan membawa begitu banyak kebahagiaan serta kepercayaan diri ke dunia saya," katanya. Sementara Law Roach, stylist yang sering mengenakan busana vintage Mackie pada Zendaya, menyebutnya sebagai "ayah mode" dan salah satu desainer terhebat dalam sejarah mode Amerika. Brooks Shields, yang bekerja sama dalam film "Brenda Starr" (1989), memuji "kejeniusan dan bakat absolut" Mackie.
Bagi publik Indonesia, sosok Bob Mackie mungkin lebih dikenal sebagai nama di balik gaun-gaun megah bintang Hollywood. Namun warisannya memiliki resonansi lebih luas: ia menunjukkan bahwa kostum bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari narasi dan identitas seorang performer. Pendekatan ini menginspirasi desainer Tanah Air yang berkecimpung di dunia mode panggung, karnaval, hingga industri kreatif. Ke depan, pertanyaannya: siapa yang akan meneruskan estetika glamor yang ia bangun, dan bagaimana industri hiburan global merawat warisan itu di tengah perubahan selera?



