BMKG: Gempa Susulan Flores Meluruh, tapi NTT Tetap di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Tsunami
Baca dalam 60 detik
- BMKG mencatat 15.722 gempa susulan dalam 30 hari pasca gempa M7,7 Flores, dengan frekuensi yang terus menurun.
- Peringatan dini tsunami hanya butuh 2 menit 16 detik untuk diterbitkan, namun kesadaran evakuasi mandiri warga pesisir menjadi kunci utama.
- Pemerintah daerah dan investor perlu mengintegrasikan mitigasi bencana dalam rencana pembangunan infrastruktur di NTT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki fase peluruhan signifikan, meski wilayah tersebut tetap berstatus rawan karena karakteristik tektoniknya. Dalam laporan terbaru yang dirilis Selasa (15/9/2026), BMKG mencatat 15.722 gempa susulan selama 30 hari setelah guncangan utama berkekuatan M7,7 pada 15 Agustus 2026. Angka ini menunjukkan penurunan drastis dari minggu ke minggu, namun bukan berarti ancaman tsunami hilang.
Plt Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa frekuensi gempa susulan harian dan mingguan terus menurun. "Data minggu pertama mencatat 5.011 kejadian, minggu kedua 4.267, minggu ketiga 3.158, minggu keempat 2.421, dan minggu kelima sementara 864 kejadian," ujarnya. Dari total tersebut, 190 gempa dirasakan masyarakat, dengan magnitudo bervariasi antara M0,9 hingga M6,2.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, merinci bahwa gempa susulan terbagi dalam empat kategori. Gempa Mโฅ5,0 tercatat 26 kejadian (0,2%) dan sudah tidak muncul dalam sepekan terakhir. Gempa M4,0โ4,9 sebanyak 476 kejadian (3,0%) dengan frekuensi yang terus menurun. Gempa M3,0โ3,9 mencapai 3.308 kejadian (20,9%) dan diperkirakan masih berlangsung hingga 6โ7 minggu ke depan. Sementara itu, gempa di bawah M3,0 mendominasi dengan 11.993 kejadian (75,9%) dan hanya terdeteksi seismograf.
Meskipun gempa susulan meluruh, Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Rahmat Triyono, mengingatkan bahwa waktu kedatangan tsunami bisa sangat singkat, terutama di zona Flores Back-Arc Thrust. "Peringatan dini BMKG bisa saja keluar bersamaan dengan tibanya gelombang tsunami di daratan. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk evakuasi mandiri adalah pertahanan terbaik," tegasnya. Ia menekankan pentingnya edukasi evakuasi di pesisir utara NTT yang memiliki risiko tinggi.
BMKG melalui 16 stasiun tsunami gauge mencatat kenaikan gelombang di beberapa titik: Pota (1,60 m), Reo (1,61 m), Bulukumba (0,54 m), Selayar (0,40 m), dan Sape (0,56 m). Survei lapangan menunjukkan jejak tsunami di pantai utara Flores, dengan inundasi terjauh mencapai 145 meter di Nampar Sepang. Tsunami merusak 23 rumah, dua di antaranya tersapu di Desa Selama. Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat tsunami karena warga segera mengungsi setelah peringatan dini.
Dampak gempa utama sendiri sangat besar. Data BNPB menyebutkan 142 orang meninggal dunia, 48 di antaranya akibat dampak langsung gempa dan 94 lainnya tidak langsung. Sebanyak 1.603 orang terluka atau sakit, dan 46.461 warga terpaksa mengungsi. Kerusakan rumah mencapai 103.427 unit, memerlukan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi besar-besaran.
Bagi Indonesia, khususnya para pemangku kepentingan di NTT, pelajaran dari bencana ini menyoroti urgensi integrasi mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan. Investasi di sektor properti, infrastruktur, dan pariwisata di kawasan pesisir harus mempertimbangkan peta rawan tsunami dan jalur evakuasi. Pemerintah daerah perlu mempercepat sosialisasi evakuasi mandiri, sementara dunia usaha dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial yang fokus pada kesiapsiagaan bencana.
Ke depan, BMKG menegaskan bahwa estimasi peluruhan gempa susulan bukanlah prediksi tanggal berakhirnya aktivitas seismik. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tenang, serta memantau informasi resmi selama proses rehabilitasi. Pertanyaannya, apakah kesadaran evakuasi mandiri akan menjadi warisan permanen bagi warga pesisir NTT, atau hanya muncul saat gempa mengguncang?



