Manchester United Kunci Bruno Fernandes hingga 2029, Gaji Tertinggi dalam Sejarah Klub
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan hampir menyelesaikan perpanjangan kontrak kapten Bruno Fernandes hingga 2029, dengan opsi perpanjangan satu tahun tambahan.
- Kesepakatan ini akan menjadikan Fernandes pemain bergaji tertinggi dalam sejarah United dan kedua tertinggi di Premier League setelah Erling Haaland.
- Negosiasi masih menyisakan detail klausul pelepasan, namun pengumuman diharapkan dalam beberapa pekan ke depan.

Manchester United tengah menyelesaikan perpanjangan kontrak kapten tim, Bruno Fernandes, yang akan mengikatnya di Old Trafford hingga 2029. Kesepakatan anyar ini berpotensi menjadikan gelandang asal Portugal tersebut sebagai pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah klub, sekaligus yang kedua terbesar di Liga Primer Inggris setelah penyerang Manchester City, Erling Haaland.
Kontrak Fernandes saat ini, yang diteken pada 2024, akan berakhir pada 2027 dengan opsi perpanjangan satu tahun. Namun, manajemen United memilih untuk merombak total perjanjian tersebut dan menyodorkan kontrak baru berdurasi tiga tahun plus opsi tambahan satu tahun. Langkah ini sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Fernandes yang telah mencetak 111 gol dalam 332 penampilan, termasuk treble dramatis ke gawang Ipswich.
Negosiasi masih menyisakan satu ganjalan utama: klausul pelepasan. Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa pihak klub dan perwakilan pemain belum sepakat mengenai apakah klausul akan disertakan, berapa nilainya, dan kapan klausul tersebut dapat diaktifkan. "Ada beberapa poin yang harus diklarifikasi, termasuk klausul pelepasan. Itulah mengapa belum ada kesepakatan," ujar Romano. Meski demikian, sumber internal United meyakini bahwa kesepakatan sudah di depan mata dan pengumuman resmi akan segera menyusul dalam beberapa pekan.
Mantan penyerang United, Michael Owen, menyambut baik langkah ini. Ia menilai kehadiran Fernandes sebagai pemimpin di ruang ganti sangat krusial. "Banyak orang berbicara tentang pemain menua dan enggan memberi kontrak baru, tapi saya pikir Bruno Fernandes adalah bagian penting dari Manchester United. Saya tidak peduli dengan usianya. Jika mereka kehilangannya, itu akan menjadi langkah mundur yang sangat besar," kata Owen kepada Metro. Owen juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara finansial dan prestasi, serta bahaya melepas pemain berpengalaman yang masih produktif.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika kontrak Fernandes ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub besar Eropa mengelola transisi generasi. Manchester United di bawah kepemilikan INEOS kini memiliki waktu hingga 2029 untuk menemukan penerus jangka panjang, sembari tetap mempertahankan kualitas di lapangan. Kebijakan ini juga dapat menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang kerap menghadapi dilema serupa ketika mempertahankan pemain senior bertalenta.
Ke depan, fokus United akan tertuju pada penyelesaian detail klausul pelepasan yang bisa menjadi pintu keluar bagi Fernandes jika ada tawaran menggiurkan. Jika semua berjalan lancar, pengumuman resmi akan menegaskan komitmen klub terhadap pemain kunci dan stabilitas jangka panjang. Akankah langkah ini menjadi fondasi kebangkitan Setan Merah, atau justru beban finansial baru? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Fernandes tetap menjadi jantung permainan United.



