Sunderland Bayar Rp600 Miliar untuk Fofana, Bisakah Jadi Le Fee Baru?
Baca dalam 60 detik
- Sunderland merogoh kocek £31 juta untuk mendatangkan Malick Fofana dari Lyon pada bursa transfer musim panas lalu.
- Fofana baru tampil dua kali sebagai pengganti, tetapi catatan 11 gol dan 7 peluang besar di Ligue 1 dan Europa League menunjukkan potensi besar.
- Manajer Régis Le Bris dituntut segera memberikan menit bermain reguler agar Fofana bisa mengulangi kesuksesan Enzo Le Fee.

Sunderland menutup bursa transfer musim panas dengan belanja besar: mendatangkan winger Lyon, Malick Fofana, dengan harga £31 juta (sekitar Rp600 miliar). Keputusan itu diambil setelah klub menolak tawaran Crystal Palace, dan kini menjadi taruhan mahal bagi The Black Cats yang tengah membangun kekuatan baru di Premier League.
Fofana, pemain internasional Belgia berusia 21 tahun, belum banyak terlibat. Ia baru dua kali masuk sebagai pengganti di liga. Namun, manajemen dan staf pelatih yakin pemain muda ini bisa menjadi mesin gol baru, terutama setelah Enzo Le Fee menjadi andalan musim lalu. Le Fee, yang gagal mengeksekusi penalti melawan Arsenal akhir pekan lalu, tetap menjadi kreator utama Sunderland dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten.
Kegagalan penalti Le Fee memang mengecewakan, tetapi kiper Arsenal David Raya melakukan penyelamatan gemilang. Le Fee tidak pantas disalahkan atas kekalahan 0-2. Sebelumnya, ia sukses mencetak penalti melawan Brentford. Yang lebih penting, Le Fee telah membuktikan diri sebagai pemain paling produktif di lini depan sejak awal musim lalu, dengan koleksi gol dan assist yang melampaui striker Brian Brobbey.
Brobbey, yang mencetak tujuh gol di Premier League musim lalu, sering mendapat sorotan karena kekuatan fisiknya. Namun, ketajamannya musim ini menurun. Di sisi lain, Fofana menawarkan dimensi berbeda. Meski musim 2025/26 diwarnai cedera yang membatasi penampilannya menjadi 16 laga, ia tetap menunjukkan kualitas: 11 gol dan tujuh peluang besar tercipta dalam 21 penampilan sebagai starter di Ligue 1 dan Europa League. Angka itu menandakan potensi besar jika ia diberi kepercayaan penuh.
Bagi Sunderland, investasi sebesar ini menuntut kesabaran sekaligus keberanian. Manajer Régis Le Bris harus segera memberikan menit bermain reguler kepada Fofana. Jika tidak, proses adaptasi bisa molor dan nilai transfer yang mahal berisiko tidak kembali. Le Fee adalah contoh sukses: ia berkembang karena diberi kepercayaan penuh di Premier League. Fofana bisa menempuh jalur serupa asalkan kesehatannya terjaga.
"Fofana adalah tipe pemain yang bisa mengubah pertandingan. Dia masih muda, butuh waktu, tetapi kualitasnya sudah terlihat di Lyon," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris yang mengikuti perkembangan Sunderland.
Dari kacamata Indonesia, langkah Sunderland ini mencerminkan tren klub-klub Premier League yang berani membeli pemain muda potensial dari liga top Eropa. Nilai transfer £31 juta untuk pemain 21 tahun bukan hal aneh, tetapi menjadi pelajaran bagi klub Indonesia bahwa investasi jangka panjang pada pemain muda membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari menit bermain hingga perlindungan dari cedera. Sunderland, dengan ambisi kembali bersaing di papan atas, sedang mempertaruhkan masa depan lini serangnya pada sosok Fofana.
Pertanyaannya, akankah Fofana mampu mengatasi tekanan harga mahal dan menjadi Le Fee berikutnya? Atau justru tenggelam dalam ekspektasi? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Le Bris tidak punya banyak waktu untuk menunggu.



