Tujuh Rangkaian KRL Baru INKA CLI-225 Dihentikan Sementara, Masuki Pemeriksaan Menyeluruh
Baca dalam 60 detik
- KAI Commuter menghentikan operasi tujuh rangkaian KRL iE305 produksi INKA untuk pemeriksaan menyeluruh hingga akhir September 2026.
- Armada anyar yang sempat diuji di lintas Solo dan Yogyakarta ini mengandalkan komponen dari Jepang, termasuk sistem traksi Toyo Denki.
- Langkah ini menjadi uji keandalan bagi produk dalam negeri di tengah target peningkatan kapasitas angkutan massal Jabodetabek.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk sementara menarik tujuh rangkaian kereta rel listrik (KRL) seri iE305 atau CLI-225 dari operasi. Armada yang diproduksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA itu mulai menjalani pemeriksaan menyeluruh sejak 7 September hingga 30 September 2026, sebuah langkah yang menguji kesiapan teknologi kereta buatan dalam negeri di jalur tersibuk Tanah Air.
Keputusan ini diambil setelah rangkaian kereta yang baru dioperasikan tersebut menunjukkan kebutuhan akan evaluasi teknis. Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, pemeriksaan dilakukan bersama-sama dengan INKA untuk memastikan seluruh komponen berfungsi sesuai spesifikasi. "Kami bersama INKA tengah melakukan general check up untuk KRL seri iE305," ujarnya, Selasa (8/9/2026).
KRL CLI-225 bukanlah produk yang sepenuhnya mengandalkan komponen lokal. Dalam proses produksinya, INKA menggandeng J-TREC asal Jepang untuk desain dan Toyo Denki untuk sejumlah komponen vital, seperti motor traksi, inverter, dan sistem informasi penumpang. Kolaborasi ini menjadi sorotan karena menandai upaya transfer teknologi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang ketergantungan pada pemasok asing di tengah dorongan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sebelum dioperasikan, rangkaian kereta yang terdiri dari 12 gerbong ini telah melewati serangkaian uji dinamis. INKA melakukan pengujian pada Maret 2025 di lintas Solo JebresโLempuyangan, serta uji coba dari Tugu Yogyakarta ke Klaten. Lintasan yang lebih panjang di Solo dipilih untuk menguji akselerasi, kecepatan maksimum, dan kemampuan pengereman sesuai persyaratan kontrak. Setelah itu, rencananya kereta akan diuji di lintas Jabodetabek, sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023.
Keputusan menarik armada ini terjadi di saat KCI tengah berupaya meningkatkan frekuensi pelayanan di tengah tingginya permintaan commuter. Penghentian sementara tujuh rangkaian berpotensi mengurangi jumlah perjalanan harian, meski KCI belum merinci dampaknya terhadap jadwal. Langkah ini juga menjadi perhatian bagi para pengamat industri perkeretaapian yang menilai bahwa keandalan produk INKA akan menentukan kepercayaan pasar, baik domestik maupun ekspor.
Bagi Indonesia, penghentian sementara ini bukan sekadar masalah teknis. Ia menjadi ujian bagi ambisi negeri ini untuk memproduksi kereta berteknologi tinggi secara mandiri. Keberhasilan INKA dalam mengatasi persoalan teknis akan mempengaruhi kepercayaan operator lain, termasuk proyek kereta cepat dan kereta api otonom di masa depan. Apakah langkah ini akan menjadi koreksi kecil atau justru menandakan masalah yang lebih besar pada desain iE305? Jawabannya akan terlihat setelah pemeriksaan selesai pada akhir bulan ini.



