Erupsi Gunung Berapi Menggerus Ekonomi Daerah: Pemerintah Hitung Dampak Logistik dan Penerbangan
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah memantau kontraksi ekonomi di wilayah terdampak erupsi dan mengidentifikasi sektor yang paling terpukul.
- Gangguan pada penerbangan dan logistik kargo menjadi perhatian utama karena berpotensi menghambat distribusi nasional.
- Durasi penutupan bandara menjadi variabel kunci yang menentukan seberapa dalam dampak ekonomi yang akan terjadi.

Erupsi simultan sejumlah gunung berapi di Indonesia memaksa pemerintah menghitung ulang potensi kerugian ekonomi, dengan fokus pada kontraksi aktivitas masyarakat dan gangguan rantai pasok udara yang bisa meluas ke distribusi barang nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemantauan ketat tengah dilakukan untuk memetakan sektor-sektor yang paling terdampak dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin malam (7/9/2026), Airlangga menegaskan bahwa daerah yang dilanda erupsi dipastikan mengalami penurunan aktivitas ekonomi. โDi daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih memonitor program-program apa saja yang terkena di berbagai provinsi,โ ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran bahwa bencana alam tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik, tetapi juga menghentikan denyut ekonomi lokal yang bergantung pada mobilitas dan produksi harian.
Yang menjadi sorotan utama adalah dampak terhadap sektor penerbangan. Penutupan atau pembatasan operasional bandara di sekitar wilayah erupsi tidak hanya melumpuhkan perjalanan penumpang, tetapi juga mengganggu pengangkutan kargo. โLogistik sudah pasti di sektor penerbangan terjadi gangguan, karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,โ jelas Airlangga. Gangguan ini berpotensi menimbulkan efek domino pada distribusi barang ke berbagai daerah, memperlambat pengiriman, dan meningkatkan biaya logistik yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga di tingkat konsumen.
Pemerintah, lanjut Airlangga, masih terus memantau perkembangan dan mencoba memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan penerbangan ini akan berlangsung. โKita masih monitor berapa lama ini harus ditutup,โ katanya. Ketidakpastian durasi ini menjadi krusial, karena semakin lama penutupan, semakin besar akumulasi kerugian ekonomi, baik bagi maskapai, perusahaan logistik, maupun pelaku usaha yang mengandalkan transportasi udara.
Letusan yang terjadi secara bersamaan di beberapa gunung seperti Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berstatus Siaga, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Sinabung di Sumatra Utara yang juga naik ke Level III Siaga, menunjukkan bahwa ancaman ini bersifat multiwilayah. Abu vulkanik yang menyebar hingga enam provinsi dari letusan Anak Krakatau semakin memperluas area terdampak, tidak hanya di sekitar gunung tetapi juga di wilayah yang lebih jauh.
Bagi Indonesia, negara yang berada di Cincin Api Pasifik, erupsi gunung berapi adalah risiko yang tak terhindarkan. Namun, ketika beberapa gunung meletus dalam waktu yang hampir bersamaan, dampaknya menjadi berlipat ganda. Sektor pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan di daerah terdampak bisa mengalami penurunan produksi, sementara aktivitas masyarakat yang terhambat akan menekan daya beli. Pemerintah perlu memastikan bahwa langkah-langkah pemulihan ekonomi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga antisipatif, dengan menyiapkan skenario jika erupsi berlanjut lebih lama dari perkiraan.
Para ekonom memperkirakan bahwa dampak ekonomi dari bencana alam semacam ini bisa dirasakan hingga beberapa kuartal ke depan. Kontraksi di daerah terdampak dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun pemerintah memiliki instrumen fiskal untuk meredam guncangan. Pertanyaannya sekarang, seberapa cepat pemerintah dapat mengendalikan situasi dan memulihkan kepercayaan pelaku usaha? Apakah akan ada stimulus khusus bagi daerah-daerah yang paling parah terkena dampak? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan menentukan seberapa tangguh ekonomi Indonesia menghadapi ujian alam di tengah ketidakpastian global.



