Drama Balap di Shanghai: Pembalap Inggris Selamat Berkat Aksi Heroik Rival
Baca dalam 60 detik
- Ollie Millroy mengalami kecelakaan parah di China GT Championship dan diselamatkan oleh Loek Hartog dari mobil yang terbakar.
- Tim AAI Motorsport menuding penyelenggara lalai dalam respons darurat, memicu keputusan boikot terhadap seri balap tersebut.
- Insiden ini memicu evaluasi ulang standar keselamatan di ajang balap Asia, dengan implikasi bagi pembalap dan tim internasional.

Seorang pembalap asal Inggris mengaku hanya bisa bersyukur karena nyawanya terselamatkan oleh rivalnya sendiri, setelah mobilnya terbakar hebat di tengah lintasan. Insiden dramatis ini terjadi pada ajang China GT Championship di Shanghai, ketika aksi cepat seorang pembalap Belanda menjadi pembeda antara hidup dan mati.
Loek Hartog, yang saat itu sedang berlaga, tanpa ragu menghentikan mobilnya dan berlari menuju Ferrari yang dikendarai Ollie Millroy. Dengan alat pemadam api, ia berusaha menjinakkan kobaran api sebelum akhirnya menyeret Millroy keluar dari reruntuhan. Dalam unggahan Instagram-nya, Millroy menulis, "Saya masih hidup malam ini, sepenuhnya berkat satu orang. Loek Hartog berhenti seketika tanpa menunggu marshal atau pemadam kebakaran, dan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk mengeluarkan saya dari mobil."
Kecelakaan ini tidak hanya menyisakan trauma fisik bagi Millroy, yang mengalami lima patah tulang rusuk, patah tulang selangka, tangan, jari, serta memar di paru-paru, tetapi juga memicu kemarahan timnya, AAI Motorsport. Dalam pernyataan resmi, tim tersebut menuduh penyelenggara lalai dalam hal respons darurat. Mereka menyoroti bahwa mobil Millroy terus terbakar lebih dari satu menit tanpa ada upaya pemadaman yang efektif dari petugas. "Kami menerima risiko yang melekat dalam olahraga otomotif, tetapi kami sama sekali tidak bisa menerima pembalap terpapar pada kematian yang seharusnya bisa dihindari," tulis mereka.
Penyelenggara China GT sendiri telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan akan meninjau dan menyelidiki kecelakaan tersebut, serta menyusun rencana komprehensif untuk mengatasi kekurangan dalam organisasi kompetisi, dukungan, respons darurat, penyelamatan, dan layanan medis. Namun, bagi AAI Motorsport, langkah tersebut dianggap tidak cukup. Mereka secara terbuka mengkritik standar keselamatan dan menuduh adanya kelalaian, sebuah tuduhan yang jarang muncul di dunia balap profesional.
Di tengah kontroversi ini, aksi heroik Hartog mendapat sorotan luas. Dalam unggahannya, ia menulis, "Ketika saya melihat mobil berubah menjadi bola api besar di depan, sebenarnya tidak ada keputusan yang perlu diambil. Dari apa yang saya lihat, saya benar-benar percaya pengemudi mungkin tidak bisa keluar sendiri. Saya berhenti, keluar, dan berjalan menuju mobil. Tidak pernah ada keraguan sedikit pun." Meski mengaku takut, Hartog menegaskan bahwa banyak orang akan melakukan hal yang sama dalam situasi serupa. Millroy, yang kini dirawat di rumah sakit, berencana menceritakan kisah ini kepada ketiga anaknya, menyebut Hartog sebagai "pahlawan super terbesar dalam sejarah" di mata mereka.
Insiden ini membuka kembali diskusi tentang standar keselamatan di ajang balap Asia, yang kerap menjadi tuan rumah seri internasional. Bagi pembalap dan tim dari Indonesia yang kerap berlaga di kancah regional, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memastikan protokol keselamatan yang ketat sebelum menandatangani kontrak balapan. Apakah ajang seperti China GT mampu memulihkan kepercayaan para peserta setelah insiden ini, atau justru akan ditinggalkan oleh tim-tim besar? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: keberanian Hartog telah menyelamatkan sebuah nyawa, dan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh industri balap.



