Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Soetta, Menhub Siapkan Bus dan Kereta Gratis ke Bandara Alternatif
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Perhubungan memastikan layanan bus dan kereta api gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke sejumlah bandara alternatif.
- InJourney Airports telah menyiagakan delapan bus untuk rute Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya, dengan pendaftaran di posko terminal 1, 2, dan 3.
- Penutupan delapan bandara imbas abu vulkanik berlangsung hingga pukul 24.00 WIB, dan pemerintah akan mengevaluasi kelanjutan operasional penerbangan secara berkala.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan penumpang yang terdampak pengalihan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau akan difasilitasi transportasi darat gratis berupa bus dan kereta api menuju bandara alternatif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meminimalkan kekacauan perjalanan udara di tengah penutupan sementara delapan bandara yang berlaku hingga Minggu (6/9) pukul 24.00 WIB.
Penutupan Bandara Soetta โ gerbang udara utama Jakarta โ memaksa maskapai mengalihkan rute ke sejumlah bandara lain, seperti Kertajati, Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport, serta bandara di Semarang dan Solo. Bagi penumpang yang maskapainya memindahkan penerbangan ke bandara alternatif, pemerintah menjamin ketersediaan moda darat tanpa biaya tambahan. Menhub menegaskan bahwa koordinasi antara InJourney Airports, Angkasa Pura, dan maskapai menjadi kunci kelancaran proses ini.
โTransportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines,โ ujar Dudy di Jakarta, Minggu. Maskapai, lanjutnya, akan menginformasikan secara langsung kepada penumpang mengenai bandara tujuan pengalihan serta mekanisme keberangkatan, sehingga para pelancong dapat menyesuaikan jadwal dengan lebih mudah.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak atau Service Recovery Activation (SRA). Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menyebutkan bahwa pada tahap awal disiapkan delapan bus โ masing-masing dua unit untuk tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya โ dengan keberangkatan perdana pukul 21.00 WIB. Pendaftaran dilakukan di posko yang didirikan di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta. Jika kebutuhan meningkat, jumlah armada dan jadwal keberangkatan akan ditambah sesuai permintaan.
Selain transportasi, SRA juga mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan serta area khusus di terminal bagi penumpang yang menunggu. Arie menegaskan bahwa prosedur ini berlangsung hingga bandara dinyatakan kembali beroperasi normal. โPenyediaan bus ini sebagai bagian dari prosedur penanganan penumpang terdampak menyusul penghentian aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta demi keselamatan karena indikasi sebaran abu vulkanik,โ jelasnya.
Kementerian Perhubungan mencatat jumlah bandara yang ditutup sementara bertambah menjadi delapan, meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu Pagar Alam Sumatera Selatan. Penutupan ini diambil demi keselamatan operasional penerbangan mengingat sebaran abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Bagi calon penumpang yang belum berangkat, InJourney Airports mengimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing. Opsi pengalihan jadwal, refund, atau penggunaan moda transportasi darat alternatif menjadi pilihan yang ditawarkan. Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri menuju bandara sebelum ada kepastian status penerbangan.
Konteks Indonesia: Peristiwa ini kembali menguji ketangguhan infrastruktur transportasi nasional dalam menghadapi bencana alam. Bandara Soetta yang melayani puluhan ribu penumpang per hari menjadi titik paling krusial. Ke depan, evaluasi terhadap kesiapan bandara alternatif serta protokol evakuasi penumpang menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda. Apakah skema transportasi gratis ini akan menjadi standar baru dalam penanganan krisis penerbangan di masa mendatang? Publik menunggu kepastian pembukaan kembali bandara dan jaminan kelancaran arus mudik maupun perjalanan bisnis yang sempat terganggu.



