Comeback Bersejarah: Inggris-Irlandia Akhiri Puasa 11 Tahun di Walker Cup
Baca dalam 60 detik
- Inggris-Irlandia menciptakan sejarah dengan membalikkan defisit 0-4 menjadi kemenangan tipis 13,5-12,5 atas Amerika Serikat di Walker Cup 2025.
- Kemenangan ini menjadi comeback terbesar dalam sejarah turnamen amatir bergengsi tersebut dan mengakhiri dominasi AS yang telah berlangsung sejak 2015.
- Keberhasilan ini diprediksi akan meningkatkan popularitas golf amatir di Eropa dan memberikan sinyal positif bagi regenerasi pemain menuju level profesional.

Lahinch, Irlandia โ Tim golf amatir Inggris-Irlandia (GB&I) mencatatkan sejarah baru dengan merebut Piala Walker untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir. Dalam laga yang berlangsung dramatis di Lahinch Golf Club, Minggu (7/9), mereka berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-4 pada sesi foursome pagi, dan akhirnya menang tipis dengan skor 13,5-12,5 atas Amerika Serikat.
Kemenangan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah kompetisi dua tahunan tersebut. Pasalnya, tidak pernah sebelumnya ada tim yang mampu mengejar ketertinggalan sebesar itu untuk kemudian keluar sebagai juara. Bagi AS, kekalahan ini memupuskan ambisi mereka untuk meraih kemenangan keenam secara beruntun. Sementara bagi GB&I, ini adalah momen emas yang telah dinanti sejak 2015.
Penentu kemenangan datang dari pebulu tangkis muda Josh Hill yang berhasil mengalahkan pemain nomor dua dunia, Tyler Watts, di hole terakhir pada pertandingan kedelapan. Kemenangan Hill memicu euforia luar biasa di kubu tuan rumah, yang sebelumnya nyaris putus asa setelah tertinggal jauh di sesi pagi. โSaya merasa tenang saat Josh melakukan putt, dan pikiran saya tertuju pada mendiang ayah saya,โ ujar kapten GB&I, Dean Robertson, yang tak kuasa menahan haru.
Perjalanan GB&I menuju kemenangan ini tidaklah mudah. Setelah tertinggal 0-4, mereka butuh tujuh poin dari sepuluh pertandingan tunggal untuk memastikan gelar. Perlahan tapi pasti, para pemain GB&I mulai menunjukkan taringnya. Stuart Grehan, pebulu tangkis asal Irlandia, menjadi pahlawan dengan mengalahkan pemain nomor satu dunia, Preston Stout, di partai pembuka. Ini adalah kemenangan kedua Grehan atas Stout sepanjang turnamen, setelah sebelumnya ia juga sukses di babak penyisihan. โSaya hampir menangis, dan saya bukan orang yang emosional. Ini perasaan terbaik yang pernah saya rasakan di lapangan golf,โ kata Grehan kepada BBC Sport.
Kemenangan Grehan menjadi titik balik yang menginspirasi rekan-rekannya. Luke Poulter, putra legenda Ryder Cup Ian Poulter, juga menyumbang poin penting dengan mengalahkan Ethan Fang. Jack Whaley, juara amatir AS, tampil impresif dengan kemenangan telak 8&7 atas William Jennings โ margin kemenangan terbesar yang pernah dicatatkan pemain GB&I dalam sejarah Walker Cup. Eliot Baker dan Conor Graham juga menambah poin, sebelum Hill memastikan kemenangan bersejarah tersebut.
Bagi Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi ada pelajaran berharga yang bisa diambil. Keberhasilan GB&I yang mayoritas pemainnya berstatus amatir menunjukkan bahwa pembinaan usia muda yang konsisten mampu menghasilkan prestasi gemilang. Di Indonesia, golf masih dipandang sebagai olahraga elitis, namun dengan semakin banyaknya turnamen amatir dan dukungan sponsor, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang bisa bersaing di kancah internasional. Regenerasi pemain seperti yang dilakukan GB&I bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan golf nasional.
Kapten Robertson, yang baru pertama kali memimpin tim, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. โSaya sangat emosional dan tidak bisa lebih bangga lagi. Saya percaya penuh pada para pemain, bahkan saat kami tertinggal 0-4,โ ujarnya. Robertson juga mendedikasikan kemenangan ini untuk mendiang ayahnya yang selalu mendukung kariernya. Momen ketika Hill berhasil keluar dari bunker di hole 18 mengingatkannya pada pukulan legendaris Matthew Fitzpatrick di Zurich Classic April lalu.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Inggris dan Irlandia, tetapi juga memberikan sinyal bahwa persaingan di level amatir semakin ketat. Dengan semakin banyaknya pemain muda berbakat yang tampil menonjol, masa depan golf Eropa tampak cerah. Pertanyaannya, mampukah AS bangkit dan merebut kembali dominasi mereka di edisi berikutnya? Atau justru era baru kejayaan GB&I baru saja dimulai? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: Walker Cup 2025 akan dikenang sebagai salah satu final paling dramatis dalam sejarah olahraga ini.



