Gedung Runtuh di Dekat Kampus Delhi: Puluhan Mahasiswa Terjebak, Dugaan Kelalaian Konstruksi Mengemuka
Baca dalam 60 detik
- Sebuah bangunan lima lantai di Delhi runtuh pada Minggu, menjebak puluhan mahasiswa; satu tewas dan dua kritis.
- Otoritas setempat menduga renovasi basement yang melemahkan struktur menjadi pemicu utama ambruknya gedung.
- Peristiwa ini menyoroti lemahnya pengawasan bangunan tua di India, memicu tuntutan investigasi dan pembelajaran bagi negara berkembang lain.

Runtuhnya sebuah bangunan tempat tinggal mahasiswa di kawasan Satya Niketan, Delhi barat daya, pada Minggu siang, mengakibatkan puluhan penghuni dikhawatirkan tertimbun reruntuhan. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat ini menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai dua lainnya dalam kondisi kritis, sementara enam orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Bangunan lima lantai yang dikenal sebagai Hostel Daze itu berada tidak jauh dari kampus Universitas Delhi. Saat kejadian, para mahasiswa tengah berada di kamar masing-masing karena hari Minggu tidak ada kegiatan perkuliahan. Saksi mata melaporkan bahwa gedung di sebelahnya ikut ambruk, menambah luas area terdampak dan mempersulit upaya penyelamatan.
Proses pencarian masih berlangsung hingga Senin pagi, dengan tim penyelamat dikerahkan untuk menjangkau korban yang mungkin masih terperangkap di bawah puing-puing. Anggota dewan legislatif setempat menyebut beberapa mahasiswa yang terjebak sempat melakukan panggilan telepon dari balik reruntuhan, memberikan harapan sekaligus urgensi bagi tim penyelamat.
Menteri Utama Delhi, Rekha Gupta, menyatakan gedung di sebelahnya telah dievakuasi sebagai langkah antisipasi. "Setiap upaya yang memungkinkan sedang dilakukan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak," ujarnya dalam pernyataan resmi. Polisi Delhi mengonfirmasi usia bangunan tersebut baru sekitar 40 hingga 50 tahun, jauh dari kata tua, namun kondisi strukturnya dipertanyakan.
Kesaksian pemilik toko di dekat lokasi mengungkap fakta mengejutkan: gedung tersebut berada di bawah sewa 100 tahun, dan penyewa telah melakukan penggalian di ruang bawah tanah untuk menambah pemasukan. "Mereka memperkuat bangunan atas, tetapi pilar di bawahnya lemah," katanya kepada kantor berita ANI, seraya menambahkan bahwa para pekerja konstruksi ikut tertimbun.
Serikat Mahasiswa Nasional India (NSUI) mendesak pemerintah untuk menyelidiki penyebab runtuhnya gedung dan menindak pihak yang bertanggung jawab. "Kelalaian terhadap keselamatan mahasiswa dan masyarakat umum tidak akan ditoleransi dengan cara apa pun," tegas pernyataan NSUI. Polisi dilaporkan tengah mencari pemilik bangunan yang belum diketahui keberadaannya.
Peristiwa ini menggarisbawahi lemahnya penegakan regulasi bangunan di India, khususnya untuk properti sewa yang kerap diabaikan perawatannya. Praktik renovasi tanpa kajian struktur, seperti yang terjadi di basement Hostel Daze, menjadi pola yang berulang dan berisiko tinggi. Bagi Indonesia, kasus ini menjadi cermin pentingnya audit berkala terhadap bangunan tua, terutama yang digunakan sebagai hunian bersama seperti kos-kosan atau asrama mahasiswa.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah bagaimana pemerintah India memastikan akuntabilitas pemilik bangunan dan mencegah terulangnya tragedi serupa. Langkah investigasi yang transparan dan sanksi tegas menjadi ujian kredibilitas otoritas setempat. Sementara itu, keluarga korban dan publik menanti kabar terbaru dari proses penyelamatan yang masih berlangsung.



