Polisi Hong Kong Sita Dua Lantai Parkir untuk Armada Interpol: Persiapan KTT Ke-94
Baca dalam 60 detik
- Dua lantai parkir di Sheung Wan akan dikelola kepolisian selama enam pekan untuk mendukung mobilitas delegasi Interpol.
- Lokasi dipilih karena dekat dengan hotel dan venue, memudahkan koordinasi 240 kendaraan listrik.
- Penutupan parkir berlangsung mulai 1 November hingga 12 Desember 2026, bertepatan dengan gelaran Sidang Umum Interpol ke-94.

Kepolisian Hong Kong akan mengambil alih lantai tujuh dan delapan Rumsey Street Car Park di Sheung Wan selama enam pekan mulai November 2026. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan logistik untuk Sidang Umum Interpol ke-94 yang dijadwalkan berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Wan Chai, pada 30 November hingga 3 Desember 2026.
Dalam dokumen yang akan dibahas di Dewan Distrik Pusat dan Barat pekan depan, kepolisian menyatakan bahwa dua lantai parkir tersebut akan difungsikan sebagai pusat komando koordinasi lalu lintas. Area ini akan menampung 240 mobil listrik yang digunakan untuk mengantar jemput peserta konferensi dari bandara, hotel, hingga lokasi acara. Dengan demikian, parkir umum di lokasi itu akan ditutup sementara mulai 1 November dan baru dibuka kembali untuk publik pada 12 Desember 2026.
Pemilihan Rumsey Street Car Park bukan tanpa alasan. Lokasinya yang berada di Pulau Hong Kong dan dekat dengan hotel serta venue utama dinilai strategis untuk memperlancar pengiriman dan pengaturan kendaraan. Kepolisian menyebut faktor ini penting untuk memastikan mobilitas delegasi yang diperkirakan mencapai ribuan orang dari berbagai negara.
Bagi Indonesia, gelaran ini memiliki relevansi ganda. Pertama, sebagai anggota Interpol, delegasi Indonesia dipastikan akan hadir dan memanfaatkan fasilitas tersebut. Kedua, persiapan Hong Kong yang begitu matang โ termasuk penyediaan armada listrik โ menjadi contoh bagaimana sebuah kota besar mengelola logistik acara internasional berskala raksasa. Jakarta, yang kerap menjadi tuan rumah pertemuan regional, dapat memetik pelajaran tentang pentingnya koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dalam mendukung kelancaran acara.
Menurut pengamat keamanan dan transportasi, langkah kepolisian Hong Kong ini menunjukkan standar tinggi dalam pengamanan dan pelayanan delegasi internasional. Mereka menilai penggunaan kendaraan listrik juga sejalan dengan tren global menuju transportasi berkelanjutan, sekaligus mengurangi emisi karbon selama konferensi berlangsung. Namun, penutupan parkir umum selama enam pekan tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar yang biasa menggunakan fasilitas tersebut. Pemerintah distrik pun diharapkan menyediakan alternatif parkir atau transportasi umum yang memadai.
Ke depan, sukses tidaknya penyelenggaraan Sidang Umum Interpol ke-94 akan menjadi tolok ukur kemampuan Hong Kong dalam mengelola acara internasional pascapandemi. Dengan persiapan yang matang, termasuk pengambilalihan area parkir strategis, kota ini tampaknya bertekad memberikan kesan positif bagi para delegasi. Pertanyaannya, akankah koordinasi semacam ini menjadi preseden bagi kota-kota lain di Asia, termasuk Indonesia, dalam menyelenggarakan forum global? Waktu yang akan menjawab.



