TNI dan Militer AS Kerja Bakti Perbaiki Jalan Markas di Sumsel, Bagian dari Latihan Super Garuda Shield 2026
Baca dalam 60 detik
- Kolaborasi TNI dan USINDOPACOM dalam program ENCAP memperbaiki jalan sepanjang 3 km di Puslatpur Baturaja, Sumatera Selatan.
- Latihan Super Garuda Shield 2026 tidak hanya fokus pada interoperabilitas militer, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
- Peresmian hasil proyek perbaikan fasilitas umum dijadwalkan pada 7 September 2026, menandai komitmen berkelanjutan latihan tahunan ini.

Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama militer Amerika Serikat tengah bahu-membahu mengerjakan pengaspalan jalan sepanjang tiga kilometer di kawasan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatera Selatan. Proyek perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar kerja bakti biasa; ia merupakan bagian dari program Engineer Civic Action Program (ENCAP) yang melekat dalam gelaran latihan militer bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026. Kolaborasi ini menandai dimensi baru latihan perang yang tidak hanya mengasah kemampuan tempur, tetapi juga menyentuh kebutuhan warga sipil di sekitar pangkalan.
Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (2/9) ini melibatkan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) bersama sejumlah negara mitra. Wakil Komandan Kodiklat TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto, menjelaskan bahwa pengerasan jalan tersebut dirancang untuk memberikan manfaat ganda: memperlancar mobilitas pasukan saat latihan sekaligus membuka akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat yang bermukim di sekitar markas. โPerbaikan jalan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik untuk mobilitas latihan militer maupun kelancaran akses transportasi warga dan prajurit,โ ujarnya dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (3/9).
Inisiatif serupa tidak berhenti di Baturaja. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, personel gabungan juga merenovasi SDN 12 Martapura. Langkah ini menunjukkan bahwa SGS 2026 mengusung semangat โmiliter untuk rakyatโ, sebuah pendekatan yang dinilai memperkuat legitimasi latihan di mata publik. Menurut Bambang, program ENCAP akan terus berlanjut di sejumlah lokasi hingga 7 September mendatang, dengan peresmian hasil pekerjaan dijadwalkan pada hari yang sama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para prajurit.
Super Garuda Shield 2026 sendiri merupakan latihan tahunan terbesar di kawasan, yang tahun ini melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa latihan berlangsung dari 31 Agustus hingga 11 September 2026, tersebar di Bandung, Jakarta, Lampung, Baturaja, dan Nunukan. โSuper Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini, dengan 12 materi latihan,โ kata Agus di Bandung, Senin (31/8). Partisipasi negara-negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris menegaskan posisi Indonesia sebagai poros stabilitas keamanan di Indo-Pasifik.
Bagi Indonesia, latihan semacam ini memiliki nilai strategis yang tidak bisa dianggap remeh. Di tengah dinamika geopolitik kawasan yang kian memanas, kehadiran 21 negara di wilayah Indonesia menjadi sinyal kepercayaan internasional terhadap kemampuan TNI. Lebih dari itu, program ENCAP yang menyentuh infrastruktur publik menjadi alat diplomasi pertahanan yang efektif, menunjukkan bahwa militer tidak hanya berorientasi pada kekuatan, tetapi juga pada pembangunan masyarakat.
โIni menunjukkan bahwa SGS 2026 tidak hanya mengasah interoperabilitas militer tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat,โ tegas Marsda TNI Bambang Gunarto.
Namun, di balik gemerlapnya latihan gabungan, sejumlah pihak menyoroti perlunya transparansi terkait dampak lingkungan dan sosial di area latihan. Masyarakat sipil kerap mempertanyakan apakah proyek infrastruktur seperti ini benar-benar berkelanjutan atau hanya sekadar citra di atas kertas. Pertanyaan yang lebih mendasar: mampukah kolaborasi semacam ini menjadi model permanen bagi pembangunan di daerah terpencil, atau akan berhenti setelah latihan usai?



