Pendaki Inggris Ditemukan Tewas di Pakistan: Dugaan Kuat Terpeleset di Gunung 4.000 Meter
Baca dalam 60 detik
- Jenazah Alexander Harris, warga negara Inggris yang juga memegang paspor Irlandia, ditemukan di jalur hutan setelah dinyatakan hilang saat turun dari puncak Musa Ka Musala, Pakistan utara.
- Operasi pencarian melibatkan 250โ300 personel gabungan, tetapi visibilitas buruk akibat hujan dan kabut membatasi penggunaan drone; dugaan awal korban terpeleset karena berjalan lebih cepat dari rekannya.
- Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya registrasi pendakian dan penggunaan pemandu lokal, terutama di medan pegunungan berisiko tinggi seperti Khyber Pakhtunkhwa.

Jenazah Alexander Harris, pendaki asal Birmingham yang telah lama menetap di Islamabad, akhirnya ditemukan di kawasan hutan pada jalur penurunan Gunung Musa Ka Musala, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan utara. Pria berusia 30 tahun itu dilaporkan hilang sejak Sabtu lalu setelah memisahkan diri dari rekannya saat cuaca berubah menjadi hujan deras.
Deputi Komisaris setempat, Khalid Iqbal, menyatakan bahwa Harris kemungkinan besar terpeleset dan jatuh. "Mayatnya ditemukan di sebuah jalur di dalam hutan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dugaan awal mengarah pada kecelakaan tunggal. Harris diketahui bekerja untuk Adam Smith International, perusahaan konsultan global, dan telah tinggal di ibu kota Pakistan selama beberapa tahun terakhir.
Kronologi kejadian bermula saat Harris dan seorang rekannya memulai pendakian sekitar pukul 05:40 waktu setempat. Setelah berfoto di puncak, mereka mulai turun, namun kecepatan berjalan yang berbeda membuat Harris unggul 1โ2 kilometer di depan. "Kemudian hujan mulai turun," kata Iqbal. Keduanya tidak mendaftarkan rencana pendakian kepada otoritas setempat, dan Harris sempat menolak tawaran pemandu serta pengawalan polisi dari hotel, dengan alasan sudah mengenal medan.
Operasi pencarian yang berlangsung sejak hari Sabtu melibatkan ratusan personel, termasuk polisi, relawan, dan tim penyelamat. Deputi Komisaris memperkirakan sekitar 250โ300 orang dikerahkan, baik berjalan kaki maupun menggunakan drone. Namun, visibilitas yang buruk akibat hujan lebat dan kabut tebal membatasi efektivitas peralatan udara tersebut. Harris, yang dikenal sebagai pelari trail dan peserta rutin lari jarak jauh di Pakistan, merupakan anggota komunitas Margalla Trail Runners.
Kabar duka ini mengguncang rekan-rekan kerjanya. Adam Smith International dalam pernyataan resmi menyebut Harris sebagai "anggota tim yang sangat dicintai" dan mengungkapkan kesedihan mendalam. "Ia sangat peduli pada Pakistan, rakyatnya, dan alamnya. Ia bahkan belajar bahasa Urdu selama tinggal di sana," tulis perusahaan itu. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada ratusan orang yang terlibat dalam pencarian, termasuk warga lokal, polisi, tim penyelamat, dan komunitas lari Harris.
Kantor Luar Negeri Inggris menyatakan telah menghubungi keluarga Harris dan berkoordinasi dengan otoritas Pakistan. Sementara itu, kelompok lari Harris, Margalla Trail Runners, mengenangnya sebagai "pelari trail yang penuh semangat" melalui unggahan media sosial. Mereka berharap keluarga dan kerabatnya diberi kekuatan menghadapi kehilangan ini.
Peristiwa ini menyoroti risiko pendakian gunung di wilayah Pakistan utara yang terkenal dengan medan terjal dan cuaca ekstrem. Meski keindahan alamnya memikat banyak pendaki internasional, kurangnya pendaftaran dan komunikasi dengan otoritas setempat sering kali mempersulit upaya penyelamatan. Bagi para pendaki Indonesia yang kerap menjelajahi gunung-gunung tinggi di dalam negeri maupun luar negeri, kejadian ini menjadi pelajaran berharga: selalu patuh pada protokol keselamatan, gunakan pemandu lokal yang berpengalaman, dan informasikan rencana perjalanan kepada pihak berwenang.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah otoritas Pakistan akan memperketat regulasi pendakian di kawasan tersebut, mengingat insiden serupa berulang kali terjadi. Langkah preventif seperti kewajiban registrasi dan pendampingan pemandu bisa menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.



