Lionel Richie Masih Dirawat di ICU: Dugaan Gangguan Jantung di Tengah Tur Dunia
Baca dalam 60 detik
- Legenda musik Lionel Richie (77) masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit St. Louis, Missouri, menyusul insiden pingsan di atas panggung akhir pekan lalu.
- Tim medis tengah menyelidiki kemungkinan masalah terkait jantung, dengan rencana pemulangan yang semula dijadwalkan Selasa mundur menjadi Rabu.
- Insiden ini memicu kekhawatiran tentang jadwal tur 'Sing a Song All Night Long' yang padat, termasuk konser di San Francisco akhir September.

Lionel Richie, penyanyi legendaris berusia 77 tahun, masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di St. Louis, Missouri, setelah mengalami kesulitan saat tampil di atas panggung akhir pekan lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan penggemar dan industri musik, mengingat jadwal tur dunianya yang padat.
Menurut laporan TMZ, Richie seharusnya sudah diperbolehkan pulang pada Selasa (01/09/26), namun tim medis memutuskan untuk memperpanjang observasi guna menyelidiki dugaan masalah terkait jantung. Rencana pemulangan kini dijadwalkan ulang pada Rabu (02/09/26). Sebelumnya, pada Sabtu (29/08/26), pelantun "All Night Long" itu sempat meminta kursi untuk menyelesaikan penampilannya di The Muny, St. Louis, sebelum akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit sebagai langkah antisipasi.
Ini bukan pertama kalinya Richie menghadapi masalah kesehatan dalam tur "Sing a Song All Night Long"-nya. Pada Juli lalu, ia sempat menghentikan konser pembuka di St. Paul, Minnesota, setelah merasa pusing saat membawakan "Dancing on the Ceiling". Ia kemudian menunda dua konser di Chicago dan Columbus atas saran dokter, sebelum kembali tampil di Pittsburgh dan Detroit. Dalam unggahan Instagram, Richie mengucapkan terima kasih atas dukungan penggemar dan menyebut penampilannya di Pittsburgh dan Detroit sebagai momen yang penuh energi.
Kabar ini menjadi pengingat akan rentannya kondisi fisik para musisi senior di tengah jadwal tur yang melelahkan. Bagi penggemar di Indonesia, yang selama ini akrab dengan lagu-lagu Richie seperti "Hello" dan "Three Times a Lady", kondisi ini tentu memicu kekhawatiran. Industri musik Tanah Air, yang kerap mengundang musisi internasional, juga akan mencermati perkembangan ini sebagai pelajaran tentang pentingnya manajemen kesehatan artis.
Promotor konser, Live Nation, sebelumnya telah mengonfirmasi penundaan dua pertunjukan pada Juni lalu atas saran dokter. Dalam pernyataannya, mereka menyebut Richie "patah hati" karena harus menunda pertunjukan, namun tetap berkomitmen untuk kembali tampil. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai nasib konser San Francisco pada 26 September mendatang.
Pertanyaan besar yang menggantung: apakah Richie akan mampu melanjutkan tur yang padat, atau justru akan mengurangi jadwal demi pemulihan? Para penggemar dan pengamat industri berharap sang legenda memprioritaskan kesehatan, meski harus mengorbankan sejumlah pertunjukan. Satu hal yang pasti, ketangguhan Richie di atas panggung selalu diiringi oleh kekhawatiran akan kondisi fisiknya yang semakin menua.



