Bintang Dolly Parton di Hollywood Walk of Fame Dirusak: Bunga Dicuri, Nama Tergores
Baca dalam 60 detik
- Bintang Dolly Parton di Hollywood Walk of Fame dilaporkan rusak hanya sepekan setelah penyanyi legendaris itu wafat, dengan bunga yang ditinggalkan penggemar dicuri dan namanya tergores.
- Pihak Hollywood Chamber of Commerce menyatakan kerusakan itu sebagian besar akibat retakan lama yang memang sudah dijadwalkan untuk diperbaiki, bukan semata aksi vandalisme.
- Insiden ini menyoroti bagaimana ikon budaya tetap menjadi sasaran aksi tak bertanggung jawab, sekaligus menguji tata kelola situs bersejarah di tengah duka publik.

Bintang kehormatan Dolly Parton di Hollywood Walk of Fame menjadi sorotan setelah seorang penggemar melaporkan adanya aksi perusakan pada Senin malam (31/8). Bunga yang ditinggalkan penggemar di lokasi tersebut dikabarkan dicuri, sementara nama sang legenda musik country tergores. Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah Parton meninggal dunia pada 25 Agustus di usia 80 tahun akibat komplikasi kanker.
Video yang diunggah oleh stasiun radio KNX di platform X memperlihatkan petugas tengah mengganti bintang yang diresmikan pada 1984 itu. Namun, Ana Martinez, juru bicara Hollywood Chamber of Commerce, menyatakan bahwa bintang tersebut sebenarnya sudah memiliki retakan lebih dulu dan telah dijadwalkan untuk diperbaiki pada hari Selasa. Dengan kata lain, dugaan vandalisme mungkin tidak sepenuhnya akurat, meski bunga yang hilang tetap menjadi tanda ketidaksenangan sebagian pihak.
Peristiwa ini mengemuka di tengah duka mendalam para penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dolly Parton bukan sekadar penyanyi; ia adalah simbol ketangguhan dan filantropi. Program Imagination Library-nya telah mendonasikan ratusan juta buku untuk anak-anak, dan riset yang ia danai turut berkontribusi pada pengembangan vaksin penyelamat nyawa. Bagi penggemar di Tanah Air, berita tentang perusakan ini terasa seperti tamparan di tengah penghormatan global.
Kabar duka Parton pertama kali disampaikan melalui video dari keponakannya, Bryan Seaver, yang juga menjabat sebagai kepala keamanannya. Dalam pernyataan resmi, keluarga menyebut Parton meninggal di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Nashville, setelah dirawat sejak 21 Agustus. Meski jenis kankernya tidak diungkap, laporan menyebut ia sempat mengalami masalah ginjal dan autoimun. Tiga hari setelah kepergiannya, keluarga menggelar pemakaman tertutup di Woodlawn Memorial Park, di samping suaminya, Carl Dean, yang wafat pada Maret 2025.
Meski pihak berwenang belum memastikan motif di balik perusakan, insiden ini memicu pertanyaan tentang perlindungan situs bersejarah di era media sosial. Di Indonesia, fenomena serupa pernah terjadi pada monumen atau makam tokoh, yang sering kali menjadi sasaran aksi tak bertanggung jawab. Hal ini menggarisbawahi perlunya penegakan hukum yang tegas dan edukasi publik tentang menghargai warisan budaya.
Bagi para penggemar, kehilangan bunga dan goresan di bintang Parton mungkin hanya kerusakan fisik, tetapi simbolismenya jauh lebih dalam. Parton adalah sosok yang membawa kebahagiaan melalui lagu-lagunya, dan aksi ini terasa seperti penghinaan terhadap warisannya. Namun, semangat Parton yang dikenal optimis mungkin akan melihat ini sebagai pengingat bahwa cinta publik jauh lebih besar daripada aksi segelintir orang.
Ke depan, Hollywood Chamber of Commerce perlu mempertimbangkan langkah ekstra, seperti pemasangan kamera pengawas atau patroli rutin, untuk mencegah kejadian serupa. Sementara itu, publik Indonesia yang mengagumi Parton dapat menyalurkan penghormatan dengan cara yang lebih bermakna, misalnya dengan mendukung program literasi yang ia rintis. Pertanyaannya, akankah aksi vandalisme ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menjaga situs bersejarah?



