Tottenham Incar Mateta untuk Lengkapi Lini Serang: Katalis Kebangkitan Mudryk?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan menyiapkan langkah untuk merekrut Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace pada bursa musim dingin 2027, menyusul gagalnya mendatangkan target utama.
- Kehadiran Mateta dinilai sebagai pelengkap ideal bagi Mykhailo Mudryk, yang diharapkan bangkit kembali di bawah asuhan Roberto De Zerbi setelah dua tahun absen akibat sanksi doping.
- Kombinasi Mateta, Mudryk, dan Savio berpotensi membentuk trisula ofensif yang merepotkan bagi pertahanan lawan, sekaligus menjadi ujian bagi strategi transfer jangka panjang Tottenham.

Tottenham Hotspur dikabarkan telah mengarahkan radar transfer mereka kepada penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat lini depan. Langkah ini muncul setelah sejumlah target utama gagal direkrut pada bursa terakhir, dan kini klub London utara itu mulai menyusun skema untuk bursa musim dingin 2027.
Bursa transfer Tottenham musim ini memang berjalan sibuk. Kedatangan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes di lini tengah, plus Savio dan Omar Marmoush di sektor depan, menunjukkan ambisi besar klub. Namun, upaya mendatangkan penyerang baru tidak berjalan mulus. Cody Gakpo akhirnya bertahan di Liverpool, sementara Iliman Ndiaye memilih Manchester City. Alhasil, Tottenham harus berpikir kreatif, dan nama Mudryk pun muncul sebagai solusi darurat.
Keputusan merekrut Mudryk dari Chelsea dengan status pinjaman yang bisa dipermanenkan senilai 75 juta poundsterling menuai pro-kontra. Pemain asal Ukraina itu belum tampil dalam pertandingan kompetitif selama lebih dari 20 bulan akibat sanksi doping karena zat terlarang Meldonium. Sebelumnya, kontribusinya di Chelsea juga minim, dengan catatan sepuluh gol dalam 73 penampilan. Namun, performa impresifnya bersama Shakhtar Donetsk di bawah arahan Roberto De Zerbi menjadi alasan utama Tottenham berani mengambil risiko.
Mateta, yang kini berusia 29 tahun, dianggap sebagai profil yang tepat untuk mendampingi Mudryk. Meski musim lalu ia hanya mencetak 15 gol, Wayne Rooney menyebutnya sebagai salah satu penyerang terbaik Premier League. Kemampuannya memenangkan duel udara dan menarik perhatian bek lawan diyakini akan memberi ruang bagi pemain cepat seperti Mudryk untuk mengeksploitasi sisi kiri pertahanan lawan.
Menurut laporan Football Insider, Tottenham dan Aston Villa sama-sama tertarik memboyong Mateta. Namun, cedera hamstring yang diderita pemain asal Prancis itu membuat kepindahan pada bursa Januari mendatang sulit terwujud. Kepindahan lebih mungkin terjadi pada musim panas atau bursa 2027, sejalan dengan rencana Tottenham yang memang sudah menyiapkan dana untuk periode tersebut.
โMudryk bukanlah Gakpo atau Ndiaye, tetapi dengan lingkungan baru dan pelatih yang mengenalnya, ia bisa kembali menemukan performa terbaiknya,โ demikian analisis yang berkembang di kalangan pengamat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Tottenham, klub dengan basis penggemar besar di Indonesia, tengah membangun proyek ambisius. Jika Mateta benar-benar bergabung, lini depan Spurs akan memiliki kombinasi kecepatan, kreativitas, dan ketajaman yang langka. Namun, risiko tetap ada, terutama pada adaptasi Mudryk yang belum bermain lama.
Ke depannya, publik sepak bola akan menanti apakah De Zerbi mampu memulihkan performa Mudryk dan apakah Mateta menjadi kepingan terakhir yang menyempurnakan teka-teki serangan Tottenham. Satu hal yang pasti: bursa transfer berikutnya akan menjadi ujian nyata bagi strategi jangka panjang klub London Utara ini.



