Pio Esposito Perpanjang Kontrak di Inter hingga 2032, Gaji Naik Jadi €2,5 Juta
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan segera mengunci masa depan penyerang muda Francesco Pio Esposito dengan kontrak baru berdurasi hingga 2032.
- Kesepakatan ini menegaskan strategi klub dalam mempertahankan talenta lokal di tengah persaingan Serie A yang semakin ketat.
- Kenaikan gaji menjadi sinyal kepercayaan penuh terhadap kontribusi Esposito, yang musim lalu membantu Inter meraih Scudetto dan Coppa Italia.

Inter Milan dikabarkan akan segera mengumumkan perpanjangan kontrak penyerang mudanya, Francesco Pio Esposito, hingga Juni 2032. Langkah ini diambil di tengah kebisuan klub di bursa transfer musim dingin, menunjukkan prioritas manajemen untuk mempertahankan aset jangka panjang.
Menurut laporan Sky Sport Italia, kesepakatan antara klub dan pemain berusia 21 tahun itu telah tercapai dan penandatanganan dijadwalkan berlangsung hari ini. Kontrak anyar ini akan menggantikan perjanjian sebelumnya yang berlaku hingga 2030, dengan durasi dua tahun lebih lama. Inter juga berencana menaikkan gaji Esposito menjadi €2,5 juta per musim, ditambah bonus yang dapat mengantarnya hingga €3 juta.
Keputusan ini menarik karena datang di saat Inter tidak melakukan pembelian pemain baru pada hari terakhir bursa. Fokus klub justru tertuju pada pengamanan masa depan pemain binaan akademi sendiri. Esposito, yang kembali ke San Siro pada 2025 setelah dua musim dipinjamkan ke Spezia di Serie B, telah menjadi bagian penting dalam skuat asuhan Simone Inzaghi.
Musim lalu, kontribusinya nyata: 12 gol dan delapan assist dalam 52 penampilan di semua kompetisi. Angka tersebut menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar pemain pelapis, melainkan investasi yang layak dipertahankan. Dengan torehan itu, Esposito turut mengantar Inter meraih Scudetto dan Coppa Italia.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah ini mencerminkan pergeseran strategi klub-klub besar Eropa: lebih memilih mengembangkan bakat internal daripada menggelontorkan dana besar di bursa transfer. Inter, yang sebelumnya kerap dikaitkan dengan pemain-pemain mahal, kini menunjukkan kesabaran dalam membangun skuat. Ini juga menjadi sinyal bahwa manajemen percaya pada regenerasi pemain lokal.
Di Indonesia, kabar ini relevan bagi para penggemar Serie A yang kerap menjadikan Inter sebagai klub favorit. Keberhasilan Esposito menembus tim utama dan mendapatkan kontrak panjang bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola muda Tanah Air. Selain itu, kebijakan Inter yang mengutamakan akademi sejalan dengan upaya PSSI dalam membina usia muda, meski tantangan infrastruktur dan kompetisi masih menjadi pekerjaan rumah.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Esposito akan berkembang di bawah tekanan ekspektasi yang semakin tinggi. Dengan gaji yang naik, ia dituntut untuk konsisten tampil di level tertinggi, terutama saat Inter berlaga di Liga Champions. Apakah ia akan menjadi penerus sejati lini serang Nerazzurri, atau justru menjadi alat tukar dalam negosiasi transfer di masa depan? Waktu yang akan menjawab.



