Pensiun dari Timnas Argentina: Messi Tutup Era Emas, Dunia Sepak Bola Beri Penghormatan
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi resmi mengakhiri karier internasionalnya bersama Argentina, menutup 21 tahun pengabdian dengan 125 gol dalam 207 laga.
- Para legenda seperti Beckham, Mourinho, dan rekan setimnya menyampaikan apresiasi, menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah sepak bola.
- Keputusan ini membuka babak baru bagi Argentina dan sepak bola dunia, dengan tantangan regenerasi yang kini menjadi sorotan utama.

Lionel Messi, ikon sepak bola Argentina, secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional pada usia 39 tahun. Keputusan ini mengakhiri karier internasional yang telah berlangsung lebih dari dua dekade, di mana ia mencatatkan 125 gol dalam 207 penampilan serta membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 dan dua Copa America. Pengumuman tersebut langsung memicu gelombang penghormatan dari berbagai tokoh sepak bola dunia, mulai dari rekan setim hingga rival lama.
Sir David Beckham, pemilik klub Inter Miami yang diperkuat Messi, menyebut legasi sang pemain akan hidup selamanya. Dalam unggahan Instagram, Beckham menulis bahwa Messi telah menginspirasi jutaan anak di seluruh dunia dan memberikan hadiah terbesar bagi negaranya. Sementara itu, Jose Mourinho, manajer Real Madrid yang kerap berhadapan dengan Messi saat menangani Los Blancos pada 2010-2013, menilai turnamen-turnamen mendatang seperti Copa America dan Piala Dunia tidak akan sama tanpa kehadirannya.
Messi memulai debutnya bersama timnas senior Argentina pada 2005 dan sempat mengalami masa-masa sulit, termasuk tiga kekalahan beruntun di final turnamen besar. Namun, kegigihannya berbuah manis ketika ia mengantar Argentina menjuarai Copa America 2021, diikuti Piala Dunia 2022 di Qatar, dan kembali mempertahankan gelar Copa America 2024. Pencapaian ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, dengan koleksi delapan Ballon d'Or, termasuk tiga kali berturut-turut pada 2010-2012.
Rekan-rekan setim Messi di timnas Argentina turut memberikan penghormatan. Angel Di Maria, yang pernah bermain bersamanya di Paris Saint-Germain dan mencetak gol di final Piala Dunia 2022, menyebut Messi sebagai yang terhebat sepanjang masa. Cristian Romero, bek Tottenham yang menjadi bagian dari skuad juara dunia, mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa berbagi momen berharga bersama Messi. Enzo Fernandez, gelandang Chelsea, juga menuliskan pesan emosional tentang bagaimana mimpi masa kecilnya bermain bersama Messi melampaui ekspektasi, hingga akhirnya mereka menjadi juara dunia bersama.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan apresiasi atas karier internasional Messi yang dinilainya telah menginspirasi jutaan orang dan mendefinisikan ulang keindahan sepak bola. Pembalap Formula One asal Argentina, Franco Colapinto, juga menambahkan suaranya, menyebut Messi sebagai contoh bagi semua orang karena kegigihannya membahagiakan seluruh negeri. Pesan-pesan ini mencerminkan betapa besar pengaruh Messi tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga sebagai simbol harapan dan kebanggaan nasional.
Bagi Indonesia, pensiunnya Messi dari timnas Argentina menjadi pengingat akan pentingnya regenerasi pemain dan pembinaan jangka panjang. Keberhasilan Argentina memadukan pemain senior seperti Messi dengan talenta muda seperti Fernandez dan Julian Alvarez dapat menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan datang, Argentina kini harus mencari pengganti yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain sekaliber Messi, sebuah tantangan yang tidak mudah namun harus dihadapi.
Keputusan Messi untuk pensiun dari tim nasional membuka babak baru dalam kariernya, di mana ia kini dapat fokus penuh bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS). Pertanyaannya, mampukah Argentina mempertahankan dominasi mereka di kancah internasional tanpa sosok sentral seperti Messi? Atau justru ini menjadi momentum bagi generasi emas baru untuk muncul dan melanjutkan warisan yang telah ditinggalkan?



