Gelandang Napoli McTominay Jalani Prosedur Jantung, Absen Hingga Jeda Internasional
Baca dalam 60 detik
- Scott McTominay akan menjalani ablasi medan berdenyut untuk mengatasi aritmia jinak, dengan masa pemulihan hingga jeda internasional.
- Prosedur ini dinilai tidak mengancam karier pemain, namun Napoli harus beradaptasi tanpa salah satu motor lini tengahnya.
- Kepulangan McTominay dijadwalkan setelah jeda internasional, memberi sinyal optimisme bagi skuad dan penggemar.

Napoli mengonfirmasi bahwa gelandang asal Skotlandia, Scott McTominay, akan menjalani prosedur jantung ringan setelah mengalami aritmia jinak. Akibatnya, pemain berusia 29 tahun itu dipastikan absen hingga jeda internasional, sebuah pukulan bagi lini tengah Partenopei di awal musim.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (16/9), klub Serie A itu menyebut McTominay akan menjalani ablasi medan berdenyut (pulsed-field ablation/PFA) dalam beberapa hari ke depan. Prosedur ini bertujuan mengoreksi gangguan irama jantung yang terdeteksi setelah pemain mengeluhkan ketidaknyamanan. Napoli menegaskan pemain akan kembali tersedia setelah jeda internasional, yang musim ini berlangsung lebih lambat dari biasanya.
Jeda internasional pertama musim 2026-27 akan dimulai setelah pertandingan Serie A pada 20 September. Kompetisi domestik akan berhenti selama dua akhir pekan untuk memberi ruang bagi pertandingan tim nasional, dan baru akan kembali bergulir pada 10 Oktober. Artinya, McTominay diperkirakan melewatkan sekitar tiga hingga empat pertandingan Serie A, termasuk laga penting melawan tim-tim papan atas.
Kabar ini muncul setelah pelatih Napoli, Massimiliano Allegri, mengungkapkan pada Minggu (14/9) bahwa McTominay mengalami masalah lepuh di kakinya yang menghambat latihan penuh. Pemain sempat diturunkan sebagai starter saat Napoli kalah 1-2 dari Como di Stadio Maradona, namun ditarik keluar pada menit ke-59. Kondisi jantung yang baru terungkap ini menambah daftar masalah kebugaran yang dihadapi pemain sejak awal musim.
Menurut laporan Sky Sport Italia, aritmia jinak seperti yang dialami McTominay adalah kondisi yang relatif umum pada atlet dan dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kelelahan atau stres fisik. Prosedur PFA sendiri merupakan teknik modern yang dianggap aman dan minim invasif, dengan tingkat keberhasilan tinggi. Para ahli menilai langkah ini justru sebagai tindakan preventif yang bijak untuk memastikan kesehatan jangka panjang pemain.
Bagi Napoli, kehilangan McTominay di tengah persaingan ketat Serie A tentu menjadi tantangan. Sejak bergabung dari Manchester United pada 2024, pemain berpaspor Skotlandia itu telah menjadi pilar penting di lini tengah, berkontribusi signifikan dalam serangan maupun pertahanan. Catatan 27 gol dan 10 assist dalam 82 penampilan menunjukkan betapa berharganya ia bagi tim asuhan Allegri.
Konteks ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan Serie A. Banyak pemain Indonesia yang bermain di liga Eropa, dan kasus seperti ini mengingatkan pentingnya manajemen kesehatan atlet. Prosedur PFA yang dijalani McTominay bisa menjadi contoh bagaimana teknologi medis modern membantu atlet pulih dan kembali beraksi tanpa risiko berkepanjangan.
Dengan jadwal yang padat, Allegri harus merotasi pemain untuk menutup lubang yang ditinggalkan McTominay. Nama-nama seperti Stanislav Lobotka atau Andrรฉ-Frank Zambo Anguissa diprediksi akan mendapat lebih banyak menit bermain. Namun, kualitas dan pengalaman McTominay sulit digantikan, terutama dalam momen-momen krusial.
Keputusan Napoli untuk mengumumkan secara transparan kondisi pemainnya patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen klub terhadap kesehatan pemain di atas segalanya. Sementara itu, para penggemar berharap McTominay pulih sepenuhnya dan kembali tampil impresif setelah jeda internasional. Pertanyaannya, akankah Napoli mampu menjaga konsistensi tanpa kehadirannya? Atau justru ini menjadi momentum bagi pemain lain untuk bersinar?



