Ariana Grande Akhiri Tur dengan Cedera: Dari High Heels ke Sepatu Nyaman, dan Keputusan Besar di Balik Layar
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande mengalami luka cukup dalam di kaki, memaksanya tampil tanpa sepatu hak tinggi di konser London.
- Keputusan untuk rehat dari sorotan publik telah direncanakan jauh hari, bukan reaksi atas kritik tubuh.
- Tur Eternal Sunshine menjadi penutup sementara karier panggungnya, dengan fokus pada pemulihan dan kehidupan pribadi.

Penyanyi pop internasional Ariana Grande memutuskan untuk tampil tanpa sepatu hak tinggi pada dua konser terakhirnya di London, Inggris, setelah mengalami luka cukup dalam di kakinya. Kondisi ini membuat pelantun "7 Rings" itu kesulitan menumpukan beban pada salah satu kakinya, namun ia tetap memilih melanjutkan pertunjukan demi memenuhi janjinya kepada penggemar.
Dalam unggahan Instagram, perempuan 33 tahun itu menjelaskan bahwa cedera yang dialaminya bukanlah keseleo atau masalah otot, melainkan luka sayatan yang cukup dalam. "Saat kalian melihatku malam ini tanpa sepatu hak khas ku, atau mungkin sedikit kesulitan menapak, itu alasannya," tulisnya. Meski demikian, ia menegaskan kondisi kesehatannya terus membaik dan tak sabar untuk tampil di hadapan penggemar setianya.
Konser di O2 Arena London pada Senin (31/8) dan Selasa (1/9) menjadi penutup rangkaian tur dunia "Eternal Sunshine" yang telah berlangsung berbulan-bulan. Keputusan untuk tampil dengan alas kaki yang lebih nyaman ini diambil demi memprioritaskan pemulihan, sekaligus menjadi momen emosional karena ini adalah penampilan terakhirnya sebelum rehat panjang dari industri hiburan.
Kabar ini semakin menarik perhatian karena di tengah tur, Ariana mengumumkan akan mengambil jeda dari pekerjaan publik. Juru bicaranya menyebut bahwa keputusan ini diambil untuk mengakhiri tur dengan catatan positif, baik secara kesehatan maupun kebahagiaan, sebelum akhirnya menikmati waktu istirahat yang layak. "Tur ini menjadi pengalaman indah baginya. Ia sangat mencintai penggemar dan menikmati setiap momennya," ujar sang perwakilan.
Yang menarik, Ariana menegaskan bahwa keputusan untuk mundur dari sorotan bukanlah hal yang impulsif. Dalam konsernya di Chicago, Agustus lalu, ia mengungkapkan bahwa pengumuman tersebut adalah hasil perencanaan matang yang telah disiapkan sejak lama. "Itu keputusan yang penuh pertimbangan dan memberdayakan. Aku membuatnya dengan tenang, sejak dulu," katanya di hadapan penonton.
Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi bahwa dirinya mundur akibat kritik pedas terhadap tubuhnya di media sosial. "Tidak peduli kebisingan apa pun yang ada di luar sana, tidak ada yang bisa mendistorsi realitasku atau lebih nyata bagiku selain cinta yang kita bagi bersama," ucapnya, menegaskan bahwa hubungannya dengan penggemar adalah hal yang paling berharga.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Tur "Eternal Sunshine" sendiri tidak menyentuh Asia Tenggara, sehingga banyak penggemar berharap Ariana masih akan melanjutkan tur ke kawasan ini di masa depan. Namun, dengan rencana rehat yang telah diumumkan, harapan itu sepertinya harus ditunda. Meski begitu, keputusan Ariana untuk memprioritaskan kesehatan mental dan fisiknya patut diapresiasi, mengingat tekanan yang dihadapi seorang selebritas kelas dunia.
Ke depannya, publik akan menantikan apakah rehat ini bersifat sementara atau justru menjadi awal dari babak baru dalam karier Ariana Grande. Satu hal yang pasti, ia meninggalkan panggung dengan kepala tegak, membuktikan bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, ada manusia yang perlu mendengar isyarat tubuhnya sendiri.



