Buru Gelandang Muda Leicester, Manchester United Siapkan Gebrakan di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Setan Merah dikabarkan serius mengejar tanda tangan Louis Page, gelandang 18 tahun Leicester City, sebelum bursa transfer ditutup.
- Page, yang dijuluki 'Bellingham baru', tampil impresif di Championship musim lalu dan dianggap sebagai investasi jangka panjang yang murah.
- Persaingan dengan Arsenal bisa memicu perang penawaran, namun status Leicester di League One membuat nilai transfernya diperkirakan tidak terlalu tinggi.

Manchester United dikabarkan tengah mempercepat negosiasi untuk mengamankan jasa Louis Page, gelandang muda berbakat milik Leicester City, di tengah hiruk-pikuk bursa transfer musim panas yang akan segera berakhir. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub untuk memperkuat lini tengah dengan talenta masa depan, sekaligus menjawab kebutuhan akan kedalaman skuad yang krusial di musim kompetisi yang padat.
Kabar ini muncul di saat United sebenarnya telah menambah tiga gelandang baru pada awal bursa. Namun, manajemen yang dipimpin oleh INEOS tampaknya belum merasa cukup. Prioritas utama mereka memang disebut-sebut adalah mendatangkan bek kiri dan penyerang cadangan, tetapi peluang untuk mendapatkan pemain muda berpotensi besar seperti Page tampaknya terlalu menggoda untuk dilewatkan. The Athletic melaporkan bahwa United terus memantau situasi pemain yang juga diincar oleh Arsenal, sehingga potensi duel transfer di menit akhir pun terbuka lebar.
Louis Page bukanlah nama yang asing di kancah sepak bola Inggris. Meski baru berusia 18 tahun, ia telah mencatatkan 25 penampilan untuk Leicester di level senior, mayoritas di antaranya terjadi di Championship musim lalu. Meski klubnya harus terdegradasi ke League One, performa Page justru menjadi salah satu titik terang. Statistiknya menunjukkan kematangan yang luar biasa: akurasi umpan mencapai 83%, menempatkannya di 15% gelandang terbaik di divisi kedua Inggris. Ia juga mampu menciptakan 1,5 peluang per 90 menit, serta berkontribusi dalam duel dan recovery bola yang impresif.
Penampilannya yang konsisten membuatnya diganjar penghargaan EFL Apprentice of the Year musim lalu. Bahkan, jurnalis Alex Young sempat menjulukinya sebagai "Jude Bellingham berikutnya". Julukan itu memang terdengar bombastis, tetapi melihat gaya bermainnya yang dinamis, visioner, dan pekerja keras, tidak mengherankan jika banyak klub besar mulai melirik. Bagi United, Page bisa menjadi investasi jangka panjang yang cerdas, terutama dengan nilai transfer yang diperkirakan tidak akan terlalu mahal mengingat status Leicester yang kini berada di kasta ketiga.
Kisah Page mengingatkan pada perjalanan Kobbie Mainoo di Old Trafford. Setahun lalu, Mainoo nyaris hengkang karena jarang dimainkan, namun kini ia menjadi pilar utama lini tengah United. Penampilannya yang gemilang, termasuk saat melawan Ipswich Town dengan akurasi umpan 90% dan 9 ball recoveries, menjadi bukti bahwa kepercayaan pada pemain muda bisa membuahkan hasil. Jika Page bergabung, ia berpotensi mengikuti jejak Mainoo dan menjadi bintang baru di lini tengah Setan Merah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ketertarikan klub-klub Premier League pada pemain muda seperti Page menegaskan pentingnya investasi pada pembinaan usia dini. Ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub di Indonesia, bahwa keberanian memberi menit bermain kepada pemain muda bisa menjadi kunci kesuksesan jangka panjang. Selain itu, persaingan antara United dan Arsenal dalam merebut tanda tangan Page menunjukkan betapa kompetitifnya bursa transfer, di mana klub-klub besar rela beradu strategi demi mendapatkan talenta terbaik.
Dengan waktu yang semakin sempit, United harus bergerak cepat. Pertanyaannya, apakah mereka mampu memenangkan perlombaan ini dan mengamankan tanda tangan Page? Atau akankah Arsenal yang berhasil membajak pemain yang juga merupakan penggemar setia United ini? Keputusan di menit-menit terakhir bursa transfer akan menjadi penentu arah masa depan lini tengah klub.



