Purnatugas dari PBNU, Gus Yahya Perkuat Diplomasi Lintas Agama Global
Baca dalam 60 detik
- Gus Yahya kembali memimpin inisiatif dialog antaragama melalui CSCV dan Bayt ar-Rahmah, dua lembaga yang didirikannya.
- Agenda Desember ke Amerika Serikat menandai babak baru diplomasi agama Indonesia di panggung internasional.
- Kolaborasi dengan YANMU memastikan program kemaslahatan umat berlanjut di tengah transisi kepemimpinan NU.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, memutuskan untuk kembali memusatkan perhatian pada dialog antaragama dan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan (Humanitarian Islam). Keputusan ini diumumkan di Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/2/2025), menandai babak baru setelah ia melepas jabatan tertinggi di organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Gus Yahya menjelaskan bahwa fokus tersebut akan dijalankan melalui lembaga-lembaga internasional yang telah ia dirikan, terutama Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama. Lembaga ini berperan sebagai sekretariat permanen untuk mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20), sebuah wadah yang mempertemukan para pemimpin agama dari berbagai negara untuk membangun dialog seputar nilai-nilai peradaban bersama.
Selain CSCV, Gus Yahya juga merupakan pendiri Bayt ar-Rahmah Li ad-Da'wa al-Islamiyah Rahmatan li al-'Alamin, sebuah yayasan keagamaan global yang berbasis di Amerika Serikat. Kedua lembaga ini, menurutnya, selama ini bersinergi dengan PBNU dalam mengembangkan gerakan Humanitarian Islam dan menyelenggarakan forum dialog lintas agama yang melibatkan tokoh-tokoh agama dari berbagai belahan dunia.
Langkah Gus Yahya ini menarik perhatian karena ia memilih untuk tetap aktif di panggung internasional, bukan sekadar menikmati masa purnabakti. Ia mengisyaratkan akan bertolak ke Amerika Serikat pada Desember mendatang untuk melakukan serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama. "Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama," ujarnya, menegaskan komitmennya untuk terus membangun jembatan antarbudaya.
Di tengah transisi ini, Wakil Ketua Umum Yayasan Nahdlatul Ulama (YANMU), Syahdhana H Baswara, menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan kerja sama dengan Gus Yahya dalam berbagai program, terutama yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. YANMU, yang merupakan lembaga filantropi dan kemanusiaan, menjalankan program sosial, kesehatan, dan dakwah. "Kami akan teruskan kerja sama program-program dengan Gus Yahya," kata Syahdhana, memastikan keberlanjutan inisiatif yang telah berjalan.
Konteks Indonesia: Peran Gus Yahya di kancah internasional tidak bisa dilepaskan dari posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Inisiatif seperti R20 yang digagasnya bersama tokoh agama lain, menjadi upaya untuk menegaskan bahwa Islam moderat ala Indonesia dapat menjadi jembatan perdamaian global. Bagi pembaca di dalam negeri, langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai aktor penting dalam dialog antaragama, sekaligus membuka peluang bagi organisasi masyarakat sipil untuk terlibat dalam program-program serupa.
Para pengamat menilai bahwa fokus Gus Yahya pada dialog antaragama merupakan kelanjutan dari pemikiran yang ia kembangkan selama memimpin PBNU. Ia kerap menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang universal dalam menjawab tantangan global, seperti radikalisme dan konflik antaragama. Dengan memimpin langsung lembaga-lembaga tersebut, ia tampaknya ingin memastikan agar gagasan-gagasan yang telah ia bangun tidak kehilangan arah.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana efektivitas diplomasi agama yang dilakukan Gus Yahya dapat diukur, terutama dalam meredam ketegangan global yang semakin kompleks. Apakah forum-forum seperti R20 akan mampu menghasilkan kesepakatan konkret, atau hanya menjadi ajang seremonial belaka? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun komitmen Gus Yahya untuk terus bergerak di jalur dialog adalah sinyal positif bagi upaya perdamaian dunia.



