GameStop: Penjualan Kuartalan Diproyeksi Turun, Saham Justru Menguat
Baca dalam 60 detik
- GameStop memperkirakan pendapatan bersih kuartal II turun menjadi US$780-800 juta, seiring penutupan gerai dan keluarnya dari pasar Prancis.
- Langkah membayar 27% utang dengan kas tunai mengurangi dilusi saham, mendorong lonjakan harga saham 5% di pra-pasar.
- Keputusan strategis ini menjadi sorotan di tengah upaya akuisisi eBay yang masih diselimuti ketidakpastian.

GameStop, peritel gim video asal Amerika Serikat, mengumumkan proyeksi penurunan pendapatan bersih untuk kuartal kedua tahun fiskal 2025. Perusahaan memperkirakan pendapatan berkisar antara US$780 juta hingga US$800 juta, turun signifikan dibandingkan US$972,2 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama dipicu oleh penutupan sejumlah gerai dan penjualan operasi di Prancis.
Meski proyeksi pendapatan melemah, saham GameStop justru melonjak 5% dalam perdagangan pra-pasar. Sentimen positif muncul setelah perusahaan mengumumkan akan membayar sekitar 27% dari utang senilai US$1,4 miliar menggunakan kas yang tersedia, bukan dengan menerbitkan saham baru. Langkah ini dinilai mampu mencegah dilusi lebih lanjut bagi para pemegang saham, sebuah sinyal yang disambut baik oleh investor.
Keputusan ini menjadi bagian dari strategi besar GameStop yang tengah berupaya mengakuisisi eBay, raksasa lelang online yang nilai pasarnya jauh lebih besar. GameStop telah mengakumulasi hampir 10% saham eBay, meskipun tawaran awalnya ditolak pada Mei lalu. Bloomberg News melaporkan bahwa GameStop berpotensi menarik tawaran tersebut dan beralih ke kemitraan atau usaha patungan dengan eBay.
Langkah akuisisi ini memang menarik perhatian Wall Street dan investor ritel, namun para analis menyambutnya dengan skeptis. Mereka mempertanyakan kemampuan GameStop dalam mendanai akuisisi dan menyoroti minimnya sinergi antara bisnis inti kedua perusahaan. โKami melihat risiko besar dalam rencana ini, terutama dari sisi pendanaan dan strategi jangka panjang,โ ujar seorang analis yang enggan disebutkan namanya.
GameStop juga mengumumkan proyeksi laba bersih kuartalan yang meningkat menjadi US$290-310 juta, dibandingkan US$168,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar berasal dari keuntungan US$238 juta dari derivatif dan investasi ekuitas eBay, yang sebagian diimbangi oleh kerugian sekitar US$75 juta pada aset digital dan piutang terkait.
Bagi pasar Indonesia, pergerakan saham GameStop menjadi indikator menarik tentang bagaimana perusahaan ritel tradisional beradaptasi di tengah disrupsi digital. Meski tidak berdampak langsung, strategi GameStop dalam diversifikasi ke kartu trading dan koleksi, serta eksperimennya di aset digital, bisa menjadi pelajaran bagi pelaku ritel Tanah Air yang tengah menghadapi tekanan serupa dari e-commerce.
GameStop dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua secara resmi pada 8 September. Investor akan mencermati apakah perusahaan mampu mempertahankan momentum positif di tengah tantangan operasional dan ketidakpastian akuisisi eBay. Pertanyaan besarnya: akankah GameStop benar-benar melanjutkan langkah akuisisi, atau justru mengubah haluan menjadi mitra strategis eBay? Keputusan ini akan menentukan arah perusahaan dalam jangka panjang.



