Liverpool Lebih Untung Bayar £75 Juta untuk Pedro Neto daripada £68 Juta untuk Ismaila Sarr?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan membidik Pedro Neto dari Chelsea dengan banderol £75 juta sebagai pengganti Mohamed Salah, sementara opsi Ismaila Sarr dari Crystal Palace dinilai kurang ideal.
- Perbandingan statistik dan gaya main menunjukkan Neto lebih unggul dalam kreativitas dan kecepatan, meski Sarr lebih klinis di depan gawang.
- Keputusan transfer ini krusial bagi masa depan Liverpool, terutama setelah dua hasil imbang di awal musim dan kebutuhan mendesak akan penyerang sayap kanan.

Liverpool berada di persimpangan penting menjelang penutupan bursa transfer. Setelah dua hasil imbang 2-2 yang mengecewakan, manajemen The Reds dikabarkan tengah menimbang dua opsi penyerang sayap kanan: Ismaila Sarr dari Crystal Palace dengan harga £68 juta, atau Pedro Neto dari Chelsea yang dipatok £75 juta. Pertanyaannya, apakah pengeluaran lebih besar untuk Neto justru merupakan investasi yang lebih cerdas?
Kebutuhan Liverpool akan pengganti Mohamed Salah bukanlah rahasia. Dengan kepergian Cody Gakpo yang nyaris pindah ke Manchester City senilai £85 juta, lini serang The Reds kehilangan kedalaman dan dinamika. Sporting director Richard Hughes disebut telah gagal menemukan pengganti ideal selama berbulan-bulan, dan kini hanya tersisa satu hari untuk berbenah. Kondisi ini diperparah dengan performa tim yang belum stabil di bawah arahan manajer anyar, Andoni Iraola, yang baru saja menggantikan Arne Slot.
Ismaila Sarr, pemain internasional Senegal berusia 28 tahun, memang memiliki pengalaman di Premier League dan musim lalu mencetak sembilan gol serta satu assist bersama Crystal Palace. Namun, banyak analis menilai Sarr bukan pemain kelas dunia dan usianya kurang ideal untuk dikembangkan lebih jauh. Ia juga bukan pemain natural di posisi sayap kanan, meski mampu beradaptasi. Di sisi lain, Pedro Neto, winger Portugal berusia 24 tahun, dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan Liverpool. Ia memiliki kecepatan, kreativitas, dan kemampuan duel yang impresif. Bahkan, Jose Mourinho pernah menyebutnya sebagai salah satu winger terbaik dunia.
Perbandingan keduanya menarik. Sarr lebih klinis dalam penyelesaian akhir, tetapi Neto unggul dalam memberikan peluang bagi rekan setim. Dalam dua pertandingan awal musim ini, Neto menunjukkan peningkatan fokus dan output, baik dalam duel maupun pergerakan tanpa bola. Ia juga memiliki pengalaman bermain di Premier League bersama Wolves dan Chelsea. Jika Liverpool ingin memberikan suplai bola lebih baik kepada Alexander Isak, yang selama ini kerap kelaparan di lini depan, maka Neto adalah pilihan yang lebih logis.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, keputusan Liverpool ini menarik karena akan memengaruhi persaingan di papan atas Premier League, yang kerap menjadi tontonan utama. Jika Liverpool gagal mendatangkan pemain berkualitas, peluang mereka bersaing dengan Manchester City dan Arsenal bisa meredup. Sebaliknya, jika Neto datang, daya tarik Liga Inggris bagi penonton Indonesia semakin besar, mengingat gaya mainnya yang atraktif.
Menurut laporan Football Transfers, Liverpool telah melakukan pembicaraan dengan agen Neto. Chelsea bersedia melepasnya jika harga £75 juta terpenuhi. Neto sendiri dikabarkan terbuka pindah ke Anfield, meski sempat mencium badge Chelsea setelah mencetak gol ke gawang Brighton. Ini menunjukkan profesionalisme dan kesiapannya untuk tantangan baru.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Liverpool. Apakah mereka akan mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan pemain yang lebih sesuai, atau berhemat dengan Sarr yang lebih murah? Satu hal yang pasti, Liverpool tidak boleh gagal lagi di bursa transfer ini. Jika tidak, musim mereka bisa berjalan pahit, dan Andoni Iraola bisa menjadi manajer berikutnya yang dipecat sebelum Natal.



