Hanura Siapkan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029: OSO Kirim Lima Arahan untuk Kader Kalsel
Baca dalam 60 detik
- Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang memberikan lima arahan strategis kepada kader Kalimantan Selatan dalam konsolidasi partai, menekankan soliditas dan kerja nyata.
- Langkah ini merupakan bagian dari persiapan dini Hanura menghadapi verifikasi dan kontestasi Pemilu 2029, dengan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.
- Kegiatan konsolidasi juga diramaikan dengan jalan santai yang diikuti 3.000 peserta dari 13 kabupaten/kota, sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengirimkan instruksi tegas kepada seluruh kader di Kalimantan Selatan: bangun mesin politik yang solid dan bekerja nyata sejak sekarang, bukan menunggu momentum Pemilu 2029. Arahan tersebut disampaikan melalui Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, dalam konsolidasi dan rapat teknis yang digelar di Banjarbaru, akhir pekan lalu.
Lima pesan yang dibacakan Rio di hadapan jajaran DPD, DPC, dan anggota dewan se-Kalsel itu menjadi semacam peta jalan bagi partai berlambang kepala singa tersebut. OSO menegaskan, Hanura tidak akan menjadi partai partisan atau sekadar pengikut kepentingan kelompok tertentu. Partai ini, menurut Rio, harus berdiri di atas kepentingan kebenaran dan keadilan, terutama untuk memajukan daerah dan melayani masyarakat.
Instruksi kedua menyoroti pentingnya soliditas dan konsistensi kader. Hanura, kata Rio, harus bersiap menghadapi tahapan verifikasi yang akan menentukan kelayakan partai bertarung di pemilu mendatang. Karena itu, seluruh kader diminta fokus menjalankan agenda partai tanpa terpecah oleh kepentingan pribadi. Pesan ketiga bahkan lebih tegas: pengurus yang mendapat amanah harus segera bekerja, bukan sekadar menempati posisi. Rio mengingatkan, pengurus yang tidak produktif akan dievaluasi karena berpotensi menjadi beban bagi struktur di atasnya.
Pesan keempat mengarahkan kader untuk mempersiapkan diri secara serius menuju Pemilu 2029. Dalam satu tahun ke depan, partai akan menggenjot konsolidasi hingga ke tingkat bawah, memperkuat struktur organisasi sebagai fondasi utama. Adapun pesan kelima menekankan bahwa kemenangan adalah milik bersama, tidak bisa diraih sendiri. Karena itu, perjuangan harus dilakukan dengan keikhlasan dan kebersamaan.
Konsolidasi ini bukan sekadar seremonial. Sebelum rapat teknis, Hanura menggelar jalan santai yang diikuti 3.000 peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalsel. Mereka menempuh rute 3,5 kilometer dari Kantor DPD Hanura Kalsel di Landasan Ulin menuju Gedung Sayed Jafar Alaydrus. Kegiatan ini sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pengurus, kader, dan masyarakat.
Langkah Hanura ini menarik dicermati di tengah peta politik nasional yang dinamis. Dengan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang tetap menjadi tantangan bagi partai kecil, penguatan mesin politik sejak dini menjadi krusial. Hanura tampaknya ingin menghindari kesalahan masa lalu dengan memastikan seluruh struktur bergerak aktif, bukan sekadar ada di atas kertas.
Patrice Rio Capella sendiri menegaskan bahwa konsolidasi kali ini harus dilakukan dengan kesungguhan luar biasa. "Konsolidasi partai tidak boleh dilakukan secara biasa-biasa saja apabila Hanura ingin bangkit dan memenangkan Pemilu 2029," ujarnya. Ia berharap pesan ketua umum menjadi pedoman kerja seluruh jajaran di Kalsel, terutama dalam menjaga soliditas dan memastikan tidak ada persoalan internal yang menghambat target politik.
Pertanyaannya, apakah partai yang pernah menjadi bagian dari koalisi pemerintah ini mampu menerjemahkan arahan tersebut menjadi perolehan kursi yang signifikan? Dengan waktu yang tersisa hingga 2029, Hanura masih punya ruang untuk membuktikan bahwa konsolidasi bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju kebangkitan.



