CrimeWatch Genjot Ekspansi Digital di Usia 40 Tahun: TikTok hingga Layar Pesawat Singapore Airlines
Baca dalam 60 detik
- Program CrimeWatch merayakan empat dekade dengan meluncurkan drama mikro di TikTok, menjangkau lebih dari 3 juta penonton dalam enam episode.
- Konten CrimeWatch akan tersedia di sistem hiburan dalam pesawat Singapore Airlines mulai September hingga Desember, menargetkan penonton internasional.
- Inisiatif ini menandai pergeseran strategi pencegahan kejahatan dari televisi konvensional ke platform digital dan pengalaman interaktif.

Memasuki usia ke-40 tahun, program andalan pencegahan kejahatan Singapura, CrimeWatch, tidak lagi hanya mengandalkan layar kaca. Lewat serangkaian inisiatif digital yang mencakup drama mikro di TikTok, kehadiran di sistem hiburan dalam pesawat Singapore Airlines, serta kuis interaktif, CrimeWatch berupaya menjangkau generasi baru yang semakin jauh dari televisi konvensional.
Langkah ini diumumkan dalam siaran bersama oleh Mediacorp, Dewan Pencegahan Kejahatan Nasional (NCPC), dan Kepolisian Singapura (SPF) pada Senin (31/8). Sejak pertama kali tayang pada 1986, CrimeWatch telah berevolusi mengikuti perubahan lanskap kejahatan di negara kota tersebutโdari kejahatan fisik hingga penipuan daring, kejahatan siber, dan ancaman yang sedang berkembang. Kini, dengan lebih dari 350 episode dalam empat bahasa (Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil), program ini tetap menjadi rujukan utama bagi jutaan pemirsa, baik melalui siaran gratis maupun platform digital.
Salah satu gebrakan terbaru adalah penayangan CrimeWatch di KrisWorld, sistem hiburan dalam pesawat Singapore Airlines, yang akan berlangsung dari 1 September hingga 31 Desember. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memberikan "jendela unik" bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk memahami perjalanan pencegahan kejahatan di Singapura serta tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan negara. Bagi penumpang Indonesia yang kerap menggunakan maskapai tersebut, konten ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan selama penerbangan.
Di ranah digital, NCPC dan Mediacorp meluncurkan seri drama mikro pertama CrimeWatch di TikTok pada 12 Juni lalu. Dibintangi Denise Camillia Tan dan Shabir Sulthan sebagai penyidik utama, enam episode drama tersebut telah mengumpulkan lebih dari 3 juta penayangan. Angka ini menunjukkan bahwa penceritaan tentang pencegahan kejahatan tetap relevan dalam format digital yang baru. Musim kedua dijadwalkan rilis pada November mendatang. Selain itu, program weKaypoh dan Beyond the Tape akan terus menyajikan konten di balik layar dari kasus-kasus yang diangkat CrimeWatch.
Inisiatif lain yang menarik adalah kuis CrimeWatch yang menjadi bagian dari #HuntTheMouse, perburuan harta karun nyata yang digagas perusahaan gamifikasi Singapura, Sqkii. Peserta harus menjawab serangkaian pertanyaan bertema CrimeWatch untuk membuka petunjuk dan melanjutkan permainan. Kuis yang berlangsung hingga 26 Juli itu diikuti lebih dari 9.500 peserta, membuktikan bahwa pendekatan interaktif mampu memperkuat pesan pencegahan kejahatan secara lebih menarik dan mudah diakses.
Kepala Komisioning dan Keterlibatan Komunitas Mediacorp, Sabanitha Shanmugasundram, menegaskan bahwa CrimeWatch adalah bukti kekuatan penceritaan yang berdampak dalam membentuk kesadaran keamanan publik. "Kami yakin program ini akan beresonansi dengan pemirsa di luar Singapura, menunjukkan relevansi pesan pencegahan kejahatan dan kewaspadaan, serta daya tarik universal dari penceritaan yang autentik," ujarnya. Senada, Ketua NCPC Gerald Singham menekankan bahwa tujuan program tetap sama: membuat pencegahan kejahatan dapat diakses, relevan, dan dapat ditindaklanjuti untuk setiap generasi.
Asisten Komisaris Polisi Senior dan Direktur Departemen Urusan Publik SPF, Koh Wei Keong, menambahkan bahwa seiring kejahatan yang terus berevolusi, upaya menjangkau publik juga harus menyesuaikan. "SPF akan terus bekerja sama dengan NCPC dan Mediacorp untuk memastikan pesan pencegahan kejahatan tetap mudah diakses, tepat waktu, dan relevan di setiap platform dan generasi," katanya.
Bagi Indonesia, langkah CrimeWatch ini bisa menjadi pelajaran berharga. Dengan meningkatnya kejahatan siber dan penipuan daring di Tanah Air, pendekatan kreatif seperti drama mikro dan kuis interaktif dapat diadopsi oleh kepolisian atau lembaga terkait untuk mengedukasi masyarakat. Keberhasilan CrimeWatch dalam meraih jutaan penonton di platform digital menunjukkan bahwa konten pencegahan kejahatan tidak harus kaku, tetapi bisa dikemas secara menarik dan relevan dengan budaya populer.
Ke depan, tantangan bagi CrimeWatch adalah menjaga keseimbangan antara tradisi televisi yang telah membesarkan namanya dan tuntutan era digital. Apakah format-format baru ini akan mampu mempertahankan loyalitas pemirsa lama sambil menarik generasi baru? Atau justru akan menggeser fokus dari investigasi mendalam ke hiburan instan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, CrimeWatch telah menunjukkan bahwa adaptasi adalah kunci untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman.



