Celtic Kunci Kesepakatan Rekrut Gelandang Parma, Oliver Sorensen: Pinjaman dengan Opsi Beli
Baca dalam 60 detik
- Celtic dikabarkan sepakat merekrut Oliver Sorensen dari Parma dengan skema pinjaman plus opsi pembelian permanen, menyusul gagalnya upaya mendatangkan Gvidas Gineitis dari Torino.
- Kesepakatan ini bernilai potensial hingga โฌ10 juta, mengingat Parma baru saja menginvestasikan dana besar untuk Sorensen setahun lalu, menunjukkan ambisi Celtic memperkuat lini tengah di bursa transfer musim panas.
- Jika transfer rampung, Sorensen akan menjadi rekrutan anyar yang siap bersaing di Liga Champions dan Liga Primer Skotlandia, memberikan kedalaman skuad bagi Brendan Rodgers di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Celtic dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Parma untuk memboyong gelandang Oliver Sorensen ke Glasgow dengan status pinjaman yang disertai opsi pembelian. Langkah ini diambil setelah upaya The Hoops untuk mengamankan jasa Gvidas Gineitis dari Torino menemui jalan buntu, memaksa manajemen bergerak cepat di penghujung bursa transfer musim panas.
Menurut laporan yang beredar, termasuk dari jurnalis kenamaan Gianluca Di Marzio dan Sky Sports, kesepakatan antara kedua klub sudah bulat. Pemain berusia 24 tahun itu dijadwalkan terbang ke Skotlandia dalam waktu dekat untuk menjalani tes medis dan menandatangani kontrak, dengan waktu kurang dari 48 jam sebelum jendela transfer ditutup. Situasi ini menegaskan urgensi negosiasi yang berlangsung alot, sekaligus menunjukkan keseriusan Celtic dalam memenuhi kebutuhan lini tengah.
Sorensen bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Bergabung dengan Parma dari Midtjylland pada musim panas 2024 dengan kontrak lima tahun, ia ditebus dengan nilai mencapai โฌ8 juta plus bonus hingga โฌ2 juta. Investasi besar yang dilakukan klub Serie A tersebut mencerminkan ekspektasi tinggi terhadap kualitas pemain asal Denmark ini. Namun, setelah hanya setahun berseragam Gialloblu, ia kini diizinkan hengkang, setidaknya untuk sementara waktu, demi mendapatkan menit bermain reguler.
Musim lalu, Sorensen menjadi bagian integral dari skuad Parma di Serie A. Ia tercatat selalu tersedia dalam 38 pertandingan liga, tampil dalam 34 laga, dan 19 di antaranya sebagai starter. Konsistensi ini menjadi bukti kapasitasnya sebagai gelandang yang tangguh, baik dalam bertahan maupun membangun serangan. Kehadirannya di Celtic Park diharapkan mampu memberikan opsi baru bagi manajer Brendan Rodgers, yang tengah merancang strategi untuk bersaing di pentas domestik maupun Eropa.
Bagi pengamat sepak bola, keputusan Parma melepas Sorensen dengan skema pinjaman bisa jadi langkah strategis untuk menjaga nilai aset pemain. Dengan opsi pembelian yang disepakati, Parma memiliki peluang untuk mendapatkan kembali dana yang telah dikeluarkan jika Sorensen sukses di Skotlandia. Di sisi lain, Celtic mendapatkan pemain berpengalaman di liga top Eropa tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal, sebuah pola yang kerap digunakan klub-klub Inggris untuk meminimalkan risiko finansial.
Fenomena ini juga menarik dicermati dari perspektif Indonesia. Ketertarikan klub-klub Eropa terhadap pemain-pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Meski Sorensen bukan berasal dari kawasan ini, pola transfer pinjaman dengan opsi beli menjadi strategi yang lazim digunakan untuk menguji kemampuan pemain sebelum dikontrak permanen. Bagi pemain Indonesia yang bermimpi berkarier di Eropa, jalur seperti ini bisa menjadi pelajaran berharga: tampil konsisten di liga domestik adalah kunci untuk dilirik klub-klub besar.
Dengan bursa transfer yang segera ditutup, Celtic tampaknya telah mengamankan target utama mereka. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah apakah Sorensen mampu langsung beradaptasi dengan intensitas permainan di Liga Primer Skotlandia dan Liga Champions? Jika ya, opsi pembelian yang disepakati bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.



