Liverpool Kian Agresif di Bursa Transfer: Barcola Hampir Pasti, Kiper Muda Genk Jadi Incaran
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan sepakat merekrut kiper muda Genk, Lucca Brughmans, dengan nilai transfer sekitar ยฃ30 juta, menyusul kesepakatan verbal untuk winger PSG, Bradley Barcola.
- Kedatangan dua pemain baru ini menjadi sinyal perombakan besar skuad The Reds di tengah start buruk mereka di Premier League musim ini.
- Jika terealisasi, Brughmans akan menjadi investasi jangka panjang di bawah mistar gawang, menggantikan peran Alisson yang kontraknya tinggal setahun lagi.

Liverpool dikabarkan semakin serius menambah amunisi di bursa transfer musim panas ini. Setelah nyaris mengamankan tanda tangan winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, The Reds kini dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan klub Belgia, Genk, untuk merekrut kiper muda berbakat, Lucca Brughmans. Langkah ini menjadi bagian dari rencana besar pelatih anyar, Andoni Iraola, untuk merombak skuadnya demi memperbaiki performa tim yang baru mengoleksi dua poin dari dua laga perdana Premier League.
Start buruk Liverpool musim ini menjadi pemicu utama pergerakan cepat di bursa transfer. Dua hasil imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest membuat tim asuhan Iraola belum merasakan kemenangan. Bahkan, gol penalti Dominik Szoboszlai di menit ke-99 hanya mampu menyelamatkan satu poin di St James' Park. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan ambisi klub untuk bersaing di papan atas, sehingga manajemen pun bergerak cepat sebelum tenggat waktu penutupan bursa pada Selasa (1/9/2025) waktu setempat.
Kabar terbaru dari jurnalis kenamaan Fabrizio Romano, yang diunggah di akun media sosialnya, menyebut Liverpool telah melakukan kontak resmi antar klub dengan Genk pada Minggu (31/8/2025). Langkah ini kemudian diikuti dengan kabar bahwa Brughmans sedang menjalani tes medis sebagai bentuk kehati-hatian. Tak lama berselang, jurnalis Belgia, Bob Faesen, melaporkan bahwa pemain berusia 18 tahun itu sudah dalam perjalanan menuju Liverpool dengan nilai transfer disepakati sekitar โฌ35 juta atau setara ยฃ30 juta. Nilai tersebut menjadikannya pembelian kiper termahal kedua dalam sejarah Liverpool, setelah Alisson Becker.
Menariknya, kesepakatan ini tidak serta-merta membawa Brughmans langsung memperkuat tim utama. Sesuai laporan, kiper setinggi 2 meter itu akan tetap dipinjamkan ke Genk untuk musim ini dan baru bergabung dengan skuad utama Liverpool pada 2027. Langkah ini menunjukkan bahwa Liverpool tidak hanya mencari solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang di posisi penjaga gawang. Apalagi, kontrak Alisson yang kini berusia 33 tahun hanya menyisakan 12 bulan lagi.
Direktur sepak bola Genk, Dimitri de Conde, menyebut Brughmans sebagai salah satu kiper paling menjanjikan di generasinya dengan kualitas fisik yang luar biasa. Selain postur tubuhnya yang ideal, kemampuan bermain dengan kaki yang baik juga menjadi nilai plus di mata Iraola, yang menerapkan gaya permainan membutuhkan kiper yang nyaman menguasai bola. Hal ini sejalan dengan filosofi Liverpool yang mengedepankan penguasaan bola sejak dari lini belakang.
Kedatangan Brughmans dan Barcola tampaknya hanya sebagian dari rencana besar Liverpool. Di sisi lain, Manchester City dikabarkan telah membuka pembicaraan untuk merekrut Cody Gakpo, sementara kiper Georgia, Giorgi Mamardashvili, juga menjadi incaran Nottingham Forest. Jika semua transfer ini terwujud, Liverpool akan mengakhiri bursa transfer dengan sangat sibuk dan penuh perubahan signifikan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Liverpool di bursa transfer ini menjadi menarik untuk diikuti, mengingat banyaknya penggemar The Reds di Tanah Air. Keputusan merekrut pemain muda seperti Brughmans menunjukkan bahwa klub tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga membangun skuad yang kompetitif untuk beberapa musim ke depan. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk berani berinvestasi pada pemain muda potensial.
Dengan masih adanya beberapa hari sebelum bursa transfer ditutup, publik menantikan apakah Liverpool akan semakin agresif atau justru mengerem laju belanja mereka. Pertanyaan besarnya, mampukah Iraola meramu skuad anyarnya untuk segera bangkit dan bersaing di papan atas Premier League? Atau justru perombakan besar-besaran ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan performa yang diharapkan?



