Dari Akademi NFL London ke Miami: Seydou Traore Tembus Roster Utama Dolphins
Baca dalam 60 detik
- Pemain asal Inggris, Seydou Traore, resmi masuk skuad 53 pemain Miami Dolphins untuk musim 2026, membuka peluang debut di NFL.
- Traore menjadi lulusan pertama NFL Academy yang berhasil menembus roster utama, menandai tonggak sejarah bagi pengembangan bakat internasional.
- Kepastian ini datang setelah melalui proses seleksi ketat, sementara kicker asal Irlandia Utara, Charlie Smyth, justru dilepas New Orleans Saints.

Miami Dolphins memastikan tight end asal Inggris, Seydou Traore, masuk dalam daftar 53 pemain untuk musim 2026. Keputusan ini sekaligus mengukuhkan Traore sebagai lulusan pertama NFL Academy yang berhasil menembus roster utama, sebuah pencapaian yang membuka jalan bagi pemain internasional lain untuk mengejar mimpi di liga American football paling bergengsi di dunia.
Traore, yang kini berusia 24 tahun, direkrut Dolphins pada putaran kelima NFL Draft April lalu. Meski telah menandatangani kontrak rookie empat tahun senilai 4,8 juta dolar AS (sekitar Rp 78 miliar), ia tetap harus melewati tahap pemangkasan skuad dari 90 atau 91 pemain menjadi 53. Proses ini menjadi ujian mental dan fisik bagi setiap pemain baru, dan Traore berhasil melewatinya dengan baik.
Perjalanan Traore tidaklah singkat. Lahir di Prancis, ia dibesarkan di London dan sempat bermain untuk London Warriors sebelum bergabung dengan NFL Academy pada 2019. Akademi ini didirikan untuk membantu pemain internasional mendapatkan beasiswa kuliah di Amerika Serikat sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kerasnya kompetisi NFL. Dari sana, Traore melanjutkan ke Clearwater Academy di Florida, lalu Arkansas State University pada 2021, dan pindah ke Mississippi State University pada 2023 sebelum akhirnya mengikuti draft.
Kabar kelulusan Traore ini menjadi sorotan karena ia adalah bukti nyata bahwa jalur pengembangan bakat internasional mulai membuahkan hasil. Mantan pemain bertahan NFL, Efe Obada, yang juga memulai kariernya dari London Warriors, turut mengumumkan seleksi Traore dalam draft. Hal ini menunjukkan adanya jejaring yang kuat antara akademi, klub, dan pemain asal Eropa.
Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari kicker asal Irlandia Utara, Charlie Smyth, yang dilepas oleh New Orleans Saints setelah sempat menjalani debut di NFL musim lalu. Keputusan ini menunjukkan betapa kompetitifnya liga ini, di mana bahkan pemain yang sudah tampil pun bisa kehilangan tempat. Bagi Smyth, ini menjadi tantangan untuk mencari peluang baru, mungkin di tim lain atau melalui jalur pengembangan lainnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya pembinaan olahraga sejak dini dan keberanian untuk menembus pasar global. Meskipun American football belum populer di Tanah Air, kisah Traore bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di liga internasional. Dengan semakin terbukanya akses ke akademi dan program pengembangan, bukan tidak mungkin suatu saat akan lahir pemain Indonesia di NFL.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Traore akan mendapatkan kesempatan bermain yang signifikan di musim pertamanya, atau justru lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Namun, satu hal yang pasti: langkahnya telah membuka pintu bagi generasi berikutnya dari NFL Academy untuk bermimpi lebih besar. Apakah ini akan menjadi awal dari era baru dominasi pemain Eropa di NFL? Waktu yang akan menjawab.



