Warisan Michael Jackson Hidup Kembali: Putra Sang Raja Pop Bicara soal Biopik dan Harapan untuk Generasi Baru
Baca dalam 60 detik
- Putra Michael Jackson, Prince, mengaku bangga melihat biopik 'Michael' memperkenalkan musik sang ayah ke generasi baru.
- Di ulang tahun ke-68 mendiang, Prince hadir di pertunjukan Cirque du Soleil di Las Vegas dan memimpin sorakan 'Happy Birthday' untuk sang ayah.
- Prince mengaku terharu saat pertama kali melihat sepupunya, Jaafar, memerankan Michael Jackson dalam biopik tersebut.

Dua belas tahun setelah kepergiannya, gaung Michael Jackson di industri musik tak pernah benar-benar padam. Kini, melalui biopik bertajuk 'Michael' yang dibintangi keponakannya, Jaafar Jackson, warisan Sang Raja Pop kembali menuai sorotan. Putra sulungnya, Prince Jackson, mengungkapkan kebanggaan dan harapannya atas sambutan hangat film tersebut terhadap karya dan pesan ayahnya.
Dalam wawancara eksklusif dengan People, Prince Jackson, yang kini berusia 29 tahun, menilai biopik tersebut berhasil menjembatani kesenjangan generasi. Ia merasa generasi muda yang lahir setelah era kejayaan Michael Jackson akhirnya bisa 'bertemu' dengan musik dan nilai-nilai yang diperjuangkan ayahnya. "Sungguh istimewa melihat dampak film ini. Keren sekali melihat generasi baru terpapar musik dan pesan ayah," ujarnya, merujuk pada lagu ikonik 'Heal the World' yang mengajak pendengarnya menciptakan dunia yang lebih baik.
Momen reflektif ini kian terasa ketika Prince, yang kehilangan ayahnya di usia 12 tahun, membuat penampilan publik langka untuk memperingati ulang tahun ke-68 Michael Jackson pada 29 Agustus lalu. Ia hadir dalam pertunjukan 'Michael Jackson ONE' garapan Cirque du Soleil di Las Vegas. Dalam video yang beredar, Prince tampak menyatu dengan penonton, memimpin hitungan mundur sebelum meneriakkan 'Happy Birthday Michael' secara serentak. Ia terlihat santai, mengenakan kemeja hitam dan topi baseball yang dipakai terbalik, sambil berbincang dan melayani permintaan tanda tangan para penggemar.
Kedekatan emosional Prince dengan sosok ayahnya juga terpancar saat ia menceritakan pengalaman pertamanya menonton biopik tersebut. Mengakui bahwa melihat Jaafar, sepupunya, berdandan dan berperan sebagai Michael Jackson adalah pengalaman yang mengharu biru. "Pertama kali melihatnya dengan riasan dan kostum, saya benar-benar terkejut secara emosional. Sudah lama saya tidak melihat ayah saya. Jaafar benar-benar menghidupkannya kembali," kenangnya.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada industri hiburan global, tetapi juga berpotensi menggerakkan pasar musik di Indonesia. Platform streaming musik di Tanah Air kerap mencatatkan lonjakan popularitas lagu-lagu lawas ketika sebuah biopik atau dokumenter musisi legendaris dirilis. Hal serupa terjadi pada lagu-lagu Queen setelah film 'Bohemian Rhapsody' tayang. Para pengamat musik menilai, biopik mampu menjadi katalis yang efektif untuk memperkenalkan kembali karya-karya klasik kepada pendengar muda, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi industri musik dan pariwisata.
Di sisi lain, kehadiran Prince di acara-acara publik seperti ini menunjukkan adanya upaya keluarga untuk menjaga narasi warisan Michael Jackson tetap hidup. Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah strategi untuk memastikan nilai-nilai yang diusung Sang Raja Popโseperti perdamaian dan kemanusiaanโterus relevan di tengah dinamika zaman. Pertanyaannya, apakah biopik dan momen-momen seperti ini cukup kuat untuk menggeser dominasi musik digital yang serba cepat, atau hanya menjadi riak sesaat di permukaan? Hanya waktu yang akan membuktikan seberapa dalam pengaruhnya terhadap lanskap musik global dan lokal.



