Juventus Kunci Kesepakatan dengan Tottenham untuk Pape Matar Sarr: Pinjaman dengan Kewajiban Membeli €30 Juta
Baca dalam 60 detik
- Juventus dan Tottenham mencapai kata sepakat untuk transfer Pape Matar Sarr dengan skema pinjaman plus kewajiban pembelian senilai €30 juta.
- Kesepakatan ini muncul setelah Juventus gagal mendatangkan Franck Kessie yang memilih kembali ke Atalanta, mempercepat langkah Bianconeri di bursa transfer.
- Jika Sarr bergabung, ia akan menjadi rekrutan kedelapan Juventus pada musim panas ini, menandai perombakan besar-besaran skuad asuhan Thiago Motta.

Juventus dilaporkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan Tottenham Hotspur untuk merekrut gelandang tengah asal Senegal, Pape Matar Sarr. Berdasarkan informasi yang dihimpun Sky Sport Italia, kedua klub sepakat dengan skema pinjaman yang disertai kewajiban pembelian permanen senilai total €30 juta. Langkah ini menjadi respons cepat Juventus setelah rencana mendatangkan Franck Kessie gagal total.
Kesepakatan ini menjadi sinyal ambisi Juventus yang tengah membangun ulang skuad di bawah arahan pelatih Thiago Motta. Dengan bergabungnya Sarr, Bianconeri dipastikan semakin agresif di bursa transfer musim panas ini. Pemain berusia 22 tahun itu diharapkan menjadi pengatur tempo lini tengah, mengisi celah yang ditinggalkan para pemain senior yang hengkang pada musim lalu.
Menurut laporan Sky, Tottenham telah memberikan lampu hijau bagi Sarr untuk terbang ke Italia guna menjalani tes medis dan menyelesaikan kepindahannya. Adapun rincian kesepakatan menyebutkan bahwa kewajiban membeli akan aktif secara otomatis jika Juventus lolos ke Liga Europa dan Sarr tampil minimal 50 persen dari total pertandingan pada musim 2026-27. Skema ini memberi ruang bagi kedua klub untuk berbagi risiko, sekaligus menunjukkan keyakinan Juventus terhadap potensi jangka panjang pemain yang pernah mencuri perhatian di Piala Dunia 2022 tersebut.
Keputusan Juventus bergerak cepat tak lepas dari batalnya Franck Kessie bergabung. Gelandang asal Pantai Gading itu justru memilih kembali ke Atalanta, klub yang membesarkan namanya, ketimbang pindah ke Turin. Situasi ini memaksa manajemen Juventus mengalihkan target ke Sarr, yang sebelumnya juga diminati sejumlah klub Eropa lainnya. Kecepatan negosiasi menunjukkan bahwa direktur olahraga Juventus, Cristiano Giuntoli, memang telah menyiapkan rencana cadangan sejak awal.
Jika transfer ini tuntas, Sarr akan menjadi bagian dari rombongan besar pemain anyar di Allianz Stadium. Sebelumnya, Juventus telah mengamankan jasa Guglielmo Vicario dari Tottenham, Randal Kolo Muani, Kerim Alajbegovic, Jeff Ekhator, Jhon Lucumi, Zeki Celik, dan Kamil Grabara. Total belanja yang dikeluarkan klub asal Turin ini diperkirakan menembus angka ratusan juta euro, menandakan perubahan strategi dari sekadar memangkas anggaran menjadi membangun skuad kompetitif untuk kembali bersaing di papan atas Serie A dan Eropa.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai berani memakai skema pinjaman dengan kewajiban membeli untuk mengakali regulasi keuangan UEFA. Pola seperti ini juga kerap dipakai klub-klub Asia, termasuk di Liga 1 Indonesia, meski dengan skala yang jauh lebih kecil. Selain itu, kehadiran pemain Afrika seperti Sarr yang sukses menembus klub elite Eropa bisa menjadi inspirasi bagi pesepakbola muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di luar negeri.
Para pengamat menilai keputusan Tottenham melepas Sarr dengan skema obligasi pembelian menunjukkan bahwa klub London Utara itu tengah merestrukturisasi lini tengahnya. Sarr, yang sempat menjadi andalan di bawah asuhan Ange Postecoglou, mulai kehilangan tempat utama setelah hadirnya sejumlah rekrutan anyar. Dari sisi Juventus, langkah ini terbilang berani karena Sarr belum membuktikan konsistensinya di level tertinggi, meski potensinya diakui luas.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Sarr mampu langsung beradaptasi dengan sepak bola Italia yang terkenal ketat secara taktik? Atau justru ia akan menjadi investasi jangka panjang yang baru benar-benar bersinar di musim kedua? Yang jelas, Juventus tidak mau mengulang kesalahan musim lalu ketika lini tengah mereka dianggap kurang kreatif. Dengan kehadiran Sarr, Thiago Motta memiliki lebih banyak opsi untuk membangun permainan dari lini kedua.



