Leeds Siap Lepas Gnonto demi Mudryk: Taruhan Berisiko di Tengah Penantian Doping
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mempertimbangkan untuk melepas Wilfried Gnonto ke Fiorentina demi membuka ruang bagi Mykhailo Mudryk, yang baru saja bebas dari sanksi doping.
- Mudryk, meski minim menit bermain, dianggap punya potensi lebih besar dibanding Gnonto yang gagal bersinar di Premier League musim ini.
- Keputusan ini menjadi ujian bagi Daniel Farke untuk menyeimbangkan risiko dan kebutuhan mendesak Leeds di lini serang sebelum bursa transfer ditutup.

Leeds United berada di persimpangan jalan menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Kabar dari Italia menyebut Fiorentina serius memburu Wilfried Gnonto, sementara manajer Daniel Farke dikabarkan mengincar Mykhailo Mudryk dari Chelsea sebagai pengganti yang dianggap lebih menjanjikan. Langkah ini bukan tanpa risiko, mengingat Mudryk baru saja kembali dari hukuman doping yang membuatnya absen panjang.
Gnonto, yang menjadi andalan Leeds di Championship dengan torehan 17 gol dan delapan assist dalam dua musim, justru kehilangan tempat di skuad utama setelah promosi ke Premier League. Musim ini, pemain berusia 22 tahun itu hanya mencatatkan satu kontribusi gol dalam 535 menit bermain. Ketidakmampuannya beradaptasi dengan kerasnya kompetisi kasta tertinggi membuat manajemen Leeds berpikir untuk segera melepasnya sebelum nilai jualnya semakin turun.
Di sisi lain, ketertarikan Leeds pada Mudryk bukanlah hal baru. BBC Sport melaporkan bahwa upaya peminjaman pemain asal Ukraina itu sempat menemui jalan buntu, namun masih ada harapan sebelum tenggat waktu. Fiorentina yang serius ingin memboyong Gnonto bisa menjadi katalis yang mempercepat realisasi transfer ini. Dengan dana segar dari penjualan Gnonto, Leeds berharap bisa memuluskan negosiasi dengan Chelsea.
Mudryk, yang digaji sekitar ยฃ97 ribu per pekan, memang memiliki rekam jejak impresif di Premier League. Pada musim 2023/24, ia mencatatkan 11 gol dan peluang emas yang diciptakan untuk Chelsea, termasuk gol kemenangan saat mengalahkan Leeds di Piala FA. Namun, sejak dijatuhi sanksi doping pada 2024, ia belum pernah bermain dalam kompetisi resmi. Ini menjadi pertanyaan besar: apakah performa lamanya masih relevan dengan kondisi fisik dan mentalnya saat ini?
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, langkah Leeds ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berani mengambil risiko demi memperbaiki performa. Keputusan Farke akan menjadi pelajaran tentang manajemen karier pemain di tengah tekanan finansial dan target prestasi. Selain itu, jika transfer ini terwujud, Mudryk akan menjadi sorotan media, mengingat basis penggemar Chelsea dan Leeds cukup besar di Tanah Air.
Keputusan untuk merekrut Mudryk tentu tidak mudah. Farke harus mempertimbangkan kondisi fisik pemain yang belum jelas, serta apakah ia bisa langsung beradaptasi dengan skema permainan Leeds. Namun, potensi yang dimiliki Mudryk sebagai pemain sayap kanan yang bisa bermain di kedua sisi lapangan menjadi nilai tambah. Ia bisa menjadi opsi serangan yang lebih variatif dibanding Gnonto yang cenderung predictable.
Di sisi lain, melepas Gnonto juga bukan tanpa konsekuensi. Pemain asal Italia itu masih muda dan memiliki nilai jual yang bisa meningkat. Namun, jika ia terus tidak mendapat menit bermain, nilainya justru bisa stagnan. Oleh karena itu, langkah untuk menjualnya sekarang bisa dianggap sebagai keputusan bisnis yang rasional, asalkan dana yang didapat digunakan untuk mendatangkan pemain yang benar-benar dibutuhkan.
Menjelang penutupan bursa, semua mata tertuju pada Elland Road. Apakah Farke berani mengambil risiko dengan Mudryk, atau justru mempertahankan Gnonto dan berharap ia bisa bangkit? Satu hal yang pasti, keputusan ini akan menentukan arah perjuangan Leeds di sisa musim, baik di liga maupun kompetisi domestik.



