Chelsea Kembali Bergairah: Tiga Kemenangan Beruntun dan Senyum Cole Palmer
Baca dalam 60 detik
- Chelsea meraih tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, menandai awal kebangkitan di bawah pelatih anyar Xabi Alonso.
- Cole Palmer kembali menemukan performa terbaiknya setelah musim lalu redup, menjadi motor serangan The Blues.
- Masalah pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah, dengan rekor tanpa clean sheet yang berlanjut dan kiper baru Emi Martinez sebagai solusi jangka pendek.

LONDON โ Stamford Bridge akhirnya kembali bergema sorak tawa. Chelsea, yang musim lalu tenggelam dalam krisis, kini menikmati tiga kemenangan beruntun di awal musim ini. Kemenangan dramatis 4-3 atas Brighton pada akhir pekan lalu menjadi puncak kebangkitan yang mengundang senyum lebar Cole Palmer, bintang yang musim lalu nyaris kehilangan sinarnya.
Dalam laga yang berlangsung di hadapan dua pelatih timnas, Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel, Chelsea tampil memukau dengan serangan cepat yang menghasilkan keunggulan 3-0 hanya dalam 32 menit. Gol-gol dari Romeo Lavia, Pedro Neto, dan Joao Pedro membungkam keraguan yang sempat menyelimuti skuat asuhan Xabi Alonso. Namun, kelengahan di lini belakang nyaris merusak pesta, dengan tiga gol balasan Brighton yang memaksa para penggemar menahan napas hingga menit akhir.
Kebangkitan ini terasa kontras dengan musim lalu yang kelam. Chelsea finis di peringkat 10, berganti pelatih tiga kali, dan gagal total di kompetisi domestik. Kedatangan Alonso, yang sebelumnya sukses di Leverkusen dan Real Madrid, membawa angin segar. Strategi menyerang yang atraktif dan keputusan berani di bursa transfer, seperti mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa, mulai membuahkan hasil. Rogers langsung berkontribusi dengan gol dan assist di dua laga awal.
Di sisi lain, masalah pertahanan masih menjadi momok. Chelsea belum pernah mencatatkan clean sheet dalam 18 laga liga. Gol-gol yang bersarang di gawang mereka melawan Brighton, termasuk gol bunuh diri Joao Pedro dan sundulan Pascal Gross di menit 96, menunjukkan rapuhnya lini belakang. Alonso mengakui timnya perlu belajar mengelola ritme pertandingan, menikmati momen baik dan memperbaiki yang buruk. Kehadiran kiper anyar Emi Martinez, yang langsung tampil meyakinkan dengan sejumlah penyelamatan krusial, diharapkan menjadi perekat pertahanan.
Martinez, yang baru bergabung 48 jam sebelum laga, mengaku belum sempurna, tetapi kemenangan adalah yang utama. "Kami punya lini depan yang luar biasa, bisa menyakiti lawan. Namun di belakang, kami harus mengurangi kebobolan," ujarnya. Sementara itu, masa depan Robert Sanchez, kiper utama musim lalu, kian tidak jelas. Ia tidak masuk skuat saat melawan Brighton dan dikabarkan akan hengkang sebelum bursa transfer ditutup. Enzo Fernandez juga dikaitkan dengan kepindahan ke Manchester City.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kebangkitan Chelsea ini menarik untuk disimak, terutama karena banyak pemain yang menjadi langganan pemberitaan media nasional. Kehadiran pelatih top seperti Alonso juga kerap menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola di tanah air, yang tengah gencar memperbaiki kualitas kompetisi. Pertanyaan besarnya, akankah konsistensi ini bertahan? Jadwal padat dan ujian melawan tim-tim besar akan menjadi lakmus sejati bagi proyek Alonso di London Barat.



