Nathan Tjoe-A-On Sumbang Assist, Willem II Tahan Imbang Heerenveen 2-2
Baca dalam 60 detik
- Nathan Tjoe-A-On mencatatkan assist pertamanya musim ini saat Willem II bermain imbang 2-2 melawan Heerenveen di Eredivisie.
- Hasil ini belum mengangkat Willem II dari zona bawah klasemen, dengan koleksi satu poin dari empat laga.
- Performa Nathan menjadi sorotan utama bagi penggemar Timnas Indonesia jelang agenda internasional.

Bek Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, kembali menunjukkan kontribusinya di kancah Eropa dengan mencatatkan satu assist saat Willem II bermain imbang 2-2 melawan Heerenveen pada pekan keempat Eredivisie, Minggu (30/8) malam WIB. Gol pembuka tuan rumah yang dicetak Uriel Van Alst pada menit ke-61 lahir dari umpan matang Nathan, sekaligus menjadi assist pertamanya di musim 2026/27.
Pertandingan di Koning Willem II Stadium berjalan ketat sepanjang babak pertama, dengan kedua tim kesulitan menembus pertahanan lawan. Baru setelah jeda, laga berjalan terbuka. Keunggulan Willem II hanya bertahan tiga menit sebelum Jacob Trenskow menyamakan kedudukan. Heerenveen bahkan sempat berbalik unggul lewat Oliver Braude pada menit ke-77, namun Devin Haen memastikan poin terbagi rata lima menit kemudian.
Bagi Nathan, laga ini menjadi bukti lain bahwa ia layak diperhitungkan di kompetisi sekelas Eredivisie. Dimainkan sebagai bek kiri dalam formasi 4-2-3-1, ia tampil penuh hingga menit ke-85 sebelum digantikan Alessio Ciranni. Statistik mencatat ia memenangi sebagian besar duel udara dan terlibat aktif dalam serangan sayap, meski timnya masih kesulitan meraih kemenangan perdana musim ini.
Hasil ini membuat Willem II tertahan di peringkat ke-15 dengan satu poin, hanya unggul selisih gol dari zona degradasi. Sementara itu, Heerenveen naik ke posisi kesembilan dengan lima poin. Tekanan mulai mengemuka bagi pelatih Willem II untuk segera memperbaiki performa tim, terutama di lini belakang yang sudah kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan.
Dari sisi perspektif Indonesia, penampilan Nathan menjadi angin segar bagi penggemar Timnas. Dengan kualitas yang terus berkembang di liga Eropa, ia diprediksi menjadi andalan utama di posisi bek kiri untuk putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Konsistensi bermain di level tinggi menjadi modal berharga, meski ia juga harus waspada terhadap risiko cedera akibat padatnya jadwal.
Menarik untuk disimak bagaimana Willem II akan merespons tekanan ini pada pekan-pekan berikutnya. Apakah pelatih akan mempertahankan kepercayaan kepada Nathan sebagai starter, atau justru melakukan rotasi untuk mencari keseimbangan tim? Bagi publik Indonesia, setiap penampilan Nathan di Eredivisie selalu dinanti, mengingat perannya yang krusial bagi skuad Garuda. Satu hal yang pasti: performa konsisten Nathan di liga Belanda akan semakin memperkuat posisinya di mata pelatih Timnas.



