Napoli Kembali Tersandung di Kandang, Como Menang 2-1
Baca dalam 60 detik
- Kekalahan kedua Napoli di Stadio Diego Armando Maradona musim ini memicu pertanyaan tentang konsistensi tim besutan Massimiliano Allegri.
- Como membuktikan diri bukan tim musiman dengan kemenangan berharga atas runner-up Serie A, berkat performa impresif Assane Diao dan Martin Baturina.
- Hasil ini membuat persaingan papan atas Serie A semakin ketat, dengan AC Milan dan Juventus memimpin klasemen sementara.

Napoli kembali menuai hasil mengecewakan di kandang sendiri. Bertanding di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (30/8) malam WIB, tim asuhan Massimiliano Allegri dipaksa menyerah 1-2 dari Como, tim promosi yang musim lalu tampil mengejutkan dengan finis di posisi keempat. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Napoli untuk bersaing di papan atas Serie A musim ini.
Padahal, laga ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Napoli setelah pada pekan pertama mereka hanya mampu bermain imbang. Namun, Como datang dengan percaya diri tinggi. Cesc Fabregas, yang kini menjabat sebagai pelatih, berhasil meramu strategi yang efektif untuk meredam agresivitas tuan rumah. Sepanjang babak pertama, Como tampil lebih hidup dan berhasil mencetak dua gol, sementara Napoli hanya mampu membalas satu kali.
Gol pembuka Como tercipta pada menit ke-17 melalui aksi Martin Baturina. Berawal dari pergerakan Assane Diao di sisi kanan yang melewati Mathias Olivera, umpan silangnya disambut tendangan first-time Baturina yang meluncur deras ke pojok gawang. Napoli sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat gol Rasmus Hojlund, yang memanfaatkan umpan di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh. Namun, keunggulan Como tidak bertahan lama. Empat menit kemudian, kesalahan fatal Andre Anguissa saat mengirim umpan balik kepada Amir Rrahmani membuat Tasos Douvikas dengan mudah mencetak gol kedua untuk Como.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Napoli yang musim lalu menjadi runner-up. Allegri, yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-55 untuk meningkatkan daya serang. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Como bertahan dengan disiplin dan hampir menambah gol melalui serangan balik. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Como tetap bertahan.
Bagi Como, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah bukti bahwa pencapaian mereka musim lalu bukanlah kebetulan belaka. Dengan tambahan pengalaman di Liga Champions musim ini, Como menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan. Fabregas, yang masih muda sebagai pelatih, berhasil membangun tim yang solid dan berani tampil menekan meski bermain di kandang lawan yang kuat.
Kekalahan ini juga menjadi peringatan bagi Napoli. Jika ingin kembali bersaing memperebutkan scudetto, mereka harus segera memperbaiki performa, terutama di lini pertahanan yang kerap melakukan kesalahan individual. Allegri dituntut untuk mencari solusi cepat, karena jadwal padat menanti, termasuk laga melawan tim-tim kuat lainnya.
Sementara itu, di klasemen sementara Serie A, AC Milan dan Juventus memimpin dengan poin sempurna setelah dua laga. Inter Milan, juara bertahan, berpeluang menyusul jika mampu mengalahkan Cagliari dalam laga tandang nanti malam. Persaingan di papan atas dipastikan akan semakin sengit, dan setiap kehilangan poin bisa berakibat fatal di akhir musim.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini memberikan gambaran bahwa Serie A musim ini akan berlangsung ketat. Napoli, yang sebelumnya diunggulkan, justru tampil inkonsisten. Sementara itu, klub-klub seperti Como menunjukkan bahwa promosi bukan berarti hanya bertahan, tetapi bisa bersaing di level tertinggi. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang baru promosi ke Liga 1, bahwa mentalitas dan strategi yang matang bisa mengalahkan nama besar lawan.
Pertanyaan besarnya, mampukah Napoli bangkit dari keterpurukan ini? Atau akankah mereka kembali gagal bersaing seperti musim-musim sebelumnya? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan, seiring dengan semakin padatnya kalender pertandingan. Satu hal yang pasti, persaingan di Serie A musim ini tidak akan mudah ditebak.



