Newcastle Kian Dekat Rekrut Fernandez-Pardo, PIF Siapkan Amunisi Baru untuk Jaissle
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United disebut-sebut hampir mencapai kesepakatan dengan Lille untuk mengamankan jasa Matias Fernandez-Pardo, pemain sayap Belgia berusia 21 tahun.
- Kesepakatan ini menjadi sinyal ambisi besar Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dalam membangun skuad kompetitif di bawah asuhan Matthias Jaissle.
- Jika transfer ini tuntas, lini serang Newcastle akan semakin variatif dengan kehadiran pemain yang bisa bermain di tiga posisi berbeda.

Newcastle United bergerak cepat di penghujung bursa transfer musim panas. Setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Tottenham Hotspur, The Magpies dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan penyerang Lille, Matias Fernandez-Pardo. Langkah ini menjadi bukti nyata ambisi besar pemilik anyar mereka, Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi, yang tak hanya berhenti di satu atau dua pembelian.
Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh jurnalis Santi Aouna pada Minggu (30/8). Ia menyebut bahwa Newcastle telah meningkatkan intensitas negosiasi dan "hampir mencapai kesepakatan" dengan Lille. Meski angka pastinya belum diungkap, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Lille membanderol pemain internasional Belgia itu dengan harga sekitar โฌ70 juta, sementara Newcastle siap menebusnya dengan โฌ60 juta. Selisih yang cukup tipis ini mengindikasikan bahwa kedua klub tengah berada di tahap akhir pembicaraan.
Kedatangan Fernandez-Pardo akan menjadi suntikan segar bagi lini serang Newcastle yang musim ini tampil impresif. Pemain berusia 21 tahun itu dikenal sebagai pemain serbabisa; ia bisa ditempatkan di sayap kiri, sayap kanan, maupun sebagai penyerang tengah. Fleksibilitas ini tentu menjadi nilai jual utama yang membuat pelatih Matthias Jaissle kepincut. Apalagi, Jaissle baru saja meraih kemenangan Premier League pertamanya bersama Newcastle, dan ia jelas membutuhkan lebih banyak opsi untuk menjaga konsistensi tim.
Mantan rekan setim Fernandez-Pardo di Lille, Thomas Meunier, yang kini membela Sunderland, pernah memberikan pujian tinggi padanya. Meunier menyebut Fernandez-Pardo sebagai "prajurit sejati" karena mentalitasnya yang kuat dan kemauan keras untuk bekerja. Ia juga menonjol dalam kemampuan menyerang ruang di belakang pertahanan lawan serta skill menggiring bola yang mumpuni. Karakter seperti ini tentu sangat cocok dengan filosofi Jaissle yang mengedepankan pressing tinggi dan transisi cepat.
Bagi Newcastle, perekrutan ini bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Fernandez-Pardo diharapkan mampu memberikan kontribusi langsung di sepertiga akhir lapangan, baik sebagai pencetak gol maupun kreator peluang. Dengan bergabungnya pemain seperti Nico Gonzalez yang baru datang dari Manchester City, lini tengah dan depan Newcastle akan semakin solid. Ini adalah sinyal bahwa PIF tidak main-main dalam membangun tim yang siap bersaing di papan atas Premier League dan kompetisi Eropa.
Dari perspektif Indonesia, langkah Newcastle ini menarik untuk disimak. PIF, yang juga memiliki saham di klub-klub lain, menunjukkan tren investasi besar-besaran di sepak bola Eropa. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengelola liga dan klub di Indonesia tentang pentingnya manajemen profesional dan investasi jangka panjang. Selain itu, dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merambah liga Eropa, bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan ada pemain Indonesia yang dilirik klub sekelas Newcastle.
Jika transfer ini benar-benar terealisasi, maka Newcastle akan menutup bursa transfer dengan manis. Pertanyaannya, akankah Fernandez-Pardo langsung menjadi starter atau justru diparkir lebih dulu untuk beradaptasi? Atau mungkin Jaissle akan merotasi posisinya untuk memaksimalkan potensi sang pemain? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



